Pamer RI Tak Impor Beras Lagi, Zulhas: Tahun Lalu Masih 4,52 Juta Ton

Pamer RI Tak Impor Beras Lagi, Zulhas: Tahun Lalu Masih 4,52 Juta Ton

Indonesia tidak mengimpor beras pada 2025, berbeda dengan 2024 yang mencapai 4,52 juta ton. Stok beras saat ini 3,8 juta ton, menandakan swasembada pangan.

(Bisnis.Com) 21/10/25 12:52 10880

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan bahwa Indonesia sudah tidak mengimpor beras di tahun ini. Kondisi itu berbeda dengan tahun sebelumnya.

Hal itu disampaikan Zulhas dalam Town Hall Meeting Satu Tahun Kemenko Pangan di Gedung Graha Mandiri, Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Zulhas mengatakan bahwa realisasi impor beras konsumsi pernah mencapai 4,52 juta ton pada 2024. Sementara itu, pada tahun ini, Indonesia tidak membuka keran impor beras atau turun 100% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun lalu, Pak Mentan, kita impor 4,5 juta [ton beras]. 2024 ini saya masih Mendagnya, jadi saya agak hafal ini, ini kita impor 4,52 juta [ton beras], sekarang 2025 nol, tidak ada [impor beras],” kata Zulhas.

Adapun hingga saat ini per Selasa (21/10/2025), Zulhas menyampaikan bahwa Indonesia memiliki stok cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 3,8 juta ton.

“Stok kita ada 3,8 juta Pak di gudang. Jadi kita sudah tidak impor, tapi stoknya ada 3,8 [juta ton],” ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyatakan bahwa Indonesia sudah mencapai swasembada pangan. Hal ini seiring dengan tak ada keran impor yang terbuka ke Indonesia.

“Oleh karena itu Mentan sudah berani mengatakan sampai Desember kita tidak impor beras. Artinya kita sudah swasembada pangan,” imbuhnya.

Dia menyebut keberhasilan ini merupakan sinergi dan koordinasi bersama kementerian/lembaga, termasuk dengan TNI/Polri.

Zulhas menuturkan bahwa pemerintah telah melakukan optimalisasi lahan berupa intensifikasi, mulai dari perbaikan tata kelola pangan bersubsidi, pembangunan dan revitalisasi saluran irigasi, pemberdayaan penyuluh pertanian, penyediaan bibit unggul, hingga penggunaan teknologi pertanian modern.

Dalam hal tata kelola pupuk, Zulhas menyebut bahwa pemerintah telah memangkas 145 peraturan menjadi 3 regulasi melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025. Dengan demikian, pupuk subsidi bisa diperoleh lebih cepat ke para petani.

“Dulu pupuk hadir biasanya itu waktu panen, panen baru pupuk hadir, ini pupuk hadir sebelum tanam, baru beberapa itemnya dikerjakan produksi kita tadi naik hampir 13%,” ujarnya.

Di samping itu, pemerintah juga melakukan ekstensifikasi berupa cetak sawah baru. Dalam hal ini, pembangunan kawasan swasembada pangan, air, dan energi di Papua Selatan, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Tengah.

#beras-impor #indonesia-tidak-impor-beras #stok-cadangan-beras #swasembada-pangan-indonesia #zulhas-beras #impor-beras-2024 #stok-beras-pemerintah #intensifikasi-lahan-pertanian #teknologi-pertanian-mo

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251021/99/1922142/pamer-ri-tak-impor-beras-lagi-zulhas-tahun-lalu-masih-452-juta-ton