Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 21 Januari 2026

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 21 Januari 2026

Rupiah diprediksi melemah ke Rp16.950-Rp16.980 per dolar AS, Rabu (21/1/2026), terpengaruh sentimen global dan domestik, termasuk kebijakan AS dan proyeksi IMF.

(Bisnis.Com) 21/01/26 05:28 108977

Live Timeline

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif, namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp16.950-Rp16.980 pada perdagangan hari ini, Rabu (21/1/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah tipis 0,01% atau 68 poin ke level Rp16.956 per dolar AS pada Selasa (20/1/2026). Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS juga melemah 0,74% ke level 98,66.

Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menjelaskan sejumlah sentimen yang memengaruhi pergerakan rupiah terhadap dolar AS baik domestik maupun global.

"Dari global, sikap Presiden Donald Trump yang mempertahankan tuntutannya untuk Greenland. Kekhawatiran akan intervensi militer AS ini semakin meningkat," ujarnya dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026). Selain itu, kekhawatiran akan perang dagang kembali muncul setelah

AS mengatakan akan mengenakan bea tambahan 10% mulai 1 Februari pada barang impor dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris. Bea ini dapat meningkat menjadi 25% pada 1 Juni jika tidak ada kesepakatan tentang Greenland yang tercapai.

Belum lagi, Uni Eropa (UE) dan Inggris tampaknya siap untuk membalas. UE dilaporkan sedang mempersiapkan tarif balasan hingga €93 miliar untuk barang-barang AS dan juga mempertimbangkan untuk membatasi akses perusahaan Amerika ke pasar Eropa.

Sementara itu mengenai prospek penurunan suku bunga, sebagian besar analis memperkirakan Federal Reserve AS (Fed) akan menghentikan pelonggaran moneternya pada pertemuannya akhir bulan ini karena kondisi pasar tenaga kerja yang stabil.

Dari sentimen domestik, Dana Moneter Internasional merevisi ke atas prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dan 2027. IMF memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dan 2027 akan bertengger di level 5,1%, sedikit lebih tinggi dari estimasi 2025 yang tumbuh 5%.

Terlepas dari itu, prospek laju pertumbuhan ekonomi Indonesia menurut IMF ini masih jauh lebih cepat dibanding banyak negara dalam daftar 30 negara terpilih. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5,1% pada 2026 dan 2027 itu hanya tertinggal dari Filipina yang prospek pertumbuhannya hingga 5,6% pada 2026 dan 5,8% pada 2027, serta India yang tumbuh 6,4% pada 2026 dan 2027.

Bila dibandingkan proyeksi terbaru Bank Dunia, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terjaga di level 5,1% pada 2026, sebagaimana laju pertumbuhan sejak 2023-2025. Lalu, baru meningkat ke level 5,2% pada 2027.

Terjaganya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia itu menurut Bank Dunia disebabkan efek kucuran stimulus ekonomi yang diberikan pemerintah sejak 2025, ditambah dengan investasi yang akan terus dimotori pemerintah.

Seiring dengan sentimen-sentimen tersebut, Ibrahim memproyeksikan untuk perdagangan hari ini, Selasa (20/1/2026), nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada kisaran Rp16.950 hingga Rp16.980 per dolar AS.

#rupiah-dolar #nilai-tukar-rupiah #kurs-rupiah-hari-ini #rupiah-melemah #fluktuasi-rupiah #dolar-as #ekonomi-indonesia-2026 #pertumbuhan-ekonomi-indonesia #perang-dagang-as #tarif-impor-as #suku-bunga

https://market.bisnis.com/read/20260121/93/1945763/nilai-tukar-rupiah-terhadap-dolar-as-hari-ini-rabu-21-januari-2026