Murur dan Tanazul Kembali Berlaku dalam Haji 2026, Ini Penjelasannya

Murur dan Tanazul Kembali Berlaku dalam Haji 2026, Ini Penjelasannya

Pemerintah akan menerapkan kembali murur dan tanazul dalam haji 2026 untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan jamaah.

(Bisnis.Com) 22/01/26 08:10 110262

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengungkap bahwa pemerintah akan kembali menerapkan murur dan tanazul dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.

Kepala Satuan Operasi Armuzna 2025 Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid menjelaskan bahwa saat puncak haji atau ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pemerintah akan menerapkan konsep murur dan tanazul untuk mengurai kepadatan, agar jemaah lebih nyaman dan aman saat beribadah.

Berdasarkan penjelasan Kemenhaj, Murur adalah skema pergerakan jemaah haji setelah wukuf di Arafah dengan melewati Muzdalifah tanpa turun dari bis dan langsung menuju Mina. Jemaah haji yang diarahkan untuk murur adalah lansia, berisiko tinggi (risti), dan disabilitas.

Jemaah haji yang melakukan murur akan diberangkatkan dari Arafah setelah maghrib dan langsung menuju Mina.

Sementara itu, Tanazul adalah skema pemulangan jemaah haji lebih awal dari jadwal ke hotel di Mekkah setelah melakukan lontar Jumrah Aqabah, sehingga jemaah tidak menginap di Mina pada malam tasyrik. Jemaah tidak perlu menempati tenda di Mina tetapi bisa tetap menjalankan kewajiban bermalam sesuai ketentuan.

Sama seperti murur, tanazul juga diarahkan kepada jemaah-jemaah lansia, risti, dan disabilitas.

"Rencana Murur dan Tanazul memang itu akan akan kita laksanakan pada tahun ini. Memang sudah dikemukakan oleh pemimpin kita di kementerian haji, bapak menteri juga akan melakukan konsep itu," ujar Harun usai mengisi materi dalam pendidikan dan pelatihan atau diklat Petugas Haji 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta pada Rabu (21/1/2026) malam.

Namun demikian, Harun belum menyatakan berapa jumlah jemaah haji 2026 yang akan melaksanakan murur dan tanazul, karena pendataan masih berjalan seiring proses pelunasan biaya haji yang masih dibuka.

Harun menjelaskan bahwa para petugas haji melakukan persiapan maksimal untuk seluruh penyelenggaraan haji, terutama saat Armuzna. Penumpukan jemaah pada satu tempat dan waktu membuat petugas haji harus bersiap dan memastikan keamanan dan keselamatan jemaah haji.

"Kami dengan unsur-unsur petugas yang ada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina itu akan mendukung kebijakan ini karena kami anggap itu lebih efektif untuk mengurangi kepadatan jemaah di Muzdalifah, dan bisa mengontrol kepadatan di Muzdalifah dan nanti di Mina," ujarnya.

#murur-haji #tanazul-haji #haji-2026 #ibadah-haji #kementerian-haji #kemenhaj #haji-dan-umrah #haji-1447-h #armuzna-2025 #laksamana-harun-arrasyid #pemerintah-haji #penyelenggaraan-haji #haji-indonesia

https://kabar24.bisnis.com/read/20260122/15/1946152/murur-dan-tanazul-kembali-berlaku-dalam-haji-2026-ini-penjelasannya