Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Jadwalkan Batas Akhir Perdagangan HMETD Hari Ini (22/1)
PT Sinergi Inti Andalan Prima (INET) menetapkan batas akhir perdagangan HMETD pada 22 Januari 2026, dengan rencana penggunaan dana untuk pengembangan jaringan FTTH.
(Bisnis.Com) 22/01/26 08:51 110294
Bisnis.com, JAKARTA —PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) menetapkan batas akhir perdagangan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights pada hari ini, Kamis (22/1/2026).
Dalam rights issue, Sinergi Inti Andalan Prima akan menerbitkan sebanyak 12.781.341.609 lembar HMETD dengan 2.300.641.490 lembar waran seri II.
Merujuk prospektusnya, rasio HMETD Sinergi Inti Andalan Prima ditetapkan sebesar 3:4. Artinya, setiap pemegang tiga saham lama memperoleh empat hak untuk membeli empat saham baru dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham.
Sehubungan dengan pelaksanaan rights issueINET, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara selaku pemegang saham pengendali akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya.
PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara tercatat memiliki 5,36 juta saham atau setara dengan 60,62% dari modal ditempatkan dan disetor INET per 15 September 2025. Dengan demikian, perusahaan tersebut memiliki sebanyak 7.147.609.600 HMETD dan akan melaksanakan konversi HMETD menjadi saham dengan transaksi senilai Rp1,78 triliun.
Apabila saham baru yang ditawarkan dalam penambahan modal HMETD I Sinergi Inti Andalan Prima tidak seluruhnya dilaksanakan oleh pemegang HMETD, sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya.
Namun, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara bertindak sebagai pembeli siaga apabila setelah alokasi pemesanan saham tambahan, masih terdapat sisa saham porsi publik.
Sinergi Inti Andalan Prima berencana menggunakan dana hasil rights issue sekitar Rp2,8 triliun untuk disalurkan melalui entitas anak PT Garuda Prima Internetindo (GPI), untuk pengembangan jaringan Fiber To The Home (FTTH) berkecepatan tinggi dengan teknologi Wi-Fi 7. INET akan melayani 2 Juta Pelanggan di wilayah strategis Pulau Bali dan Lombok.
Lalu, sekitar Rp215,38 miliar akan disuntikkan kepada entitas anak, PT Pusat Fiber Indonesia (PFI), untuk melunasi biaya Indefeasible Right of Use (IRU) Jaringan kabel bawah laut (Submarine Cable) kepada PT JMP. Sisanya akan digunakan sebagai modal kerja bagi perseroan dan entitas anak.
Keputusan strategis ini merupakan sinyal kuat dari manajemen INET untuk memperkuat pondasi bisnis jangka panjangnya. Adapun, pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya, persentase kepemilikan mereka akan mengalami dilusi maksimum sebesar 57,14%.
Berikut Jadwal HMETD Sinergi Inti Andalan Prima:
- Akhir Perdagangan HMETD 22 Januari 2026
- Periode Penyerahan Saham Hasil Pelaksanaan HMETD 12—26 Januari 2026
- Tanggal Akhir Pembayaran Pemesanan Tambahan 23 Januari 2026
- Tanggal Penjatahan atas Pemesanan Saham Tambahan 26 Januari 2026
- Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Saham Tambahan 28 Januari 2026
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#inet #sinergi-inti-andalan-prima #hmetd #rights-issue #saham-inet #pt-abadi-kreasi-unggul-nusantara #pengembangan-jaringan-ftth #wi-fi-7 #fiber-to-the-home #jaringan-kabel-bawah-laut #submarine-cable #n-a