Bank Indonesia Ramal Kredit pada 2026 Tumbuh Lebih Tinggi, DPK Bakal Melambat
Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan kredit pada 2026 mencapai 9,79% YoY, lebih tinggi dari 2025. Namun, pertumbuhan DPK diperkirakan melambat menjadi 7,62% YoY.
(Bisnis.Com) 22/01/26 17:03 111013
Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) memprediksi kinerja intermediasi perbankan pada 2026 masih akan tetap solid. Sementara itu, laju pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) diperkirakan melambat, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi perbankan dalam menjaga keseimbangan likuiditas.
Berdasarkan Survei Perbankan BI Triwulan IV 2025, responden memperkirakan outstanding kredit hingga akhir 2026 tumbuh sebesar 9,79% secara tahunan (year on year/YoY). Proyeksi tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan kredit sepanjang 2025 yang tercatat 9,69% YoY.
BI menyebutkan, prospek pertumbuhan kredit pada 2026 antara lain didukung oleh kondisi ekonomi dan moneter yang tetap baik, kebijakan suku bunga, serta risiko dalam penyaluran kredit yang dinilai masih terjaga.
Sejalan dengan proyeksi tahunan tersebut, penyaluran kredit baru pada akhir 2025 juga menunjukkan penguatan. Survei BI mengindikasikan penyaluran kredit baru pada triwulan IV/2025 meningkat, tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 88,92%, lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang sebesar 82,33%.
Meski demikian, pada triwulan I/2026, penyaluran kredit baru diprakirakan tetap tumbuh namun dengan laju yang lebih moderat. Hal ini tecermin dari SBT perkiraan penyaluran kredit baru sebesar 55,74%, lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pada triwulan sebelumnya.
Berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan kredit baru pada triwulan IV/2025 terutama bersumber dari kredit modal kerja dengan SBT 88,64% serta kredit investasi dengan SBT 87,32%. Sementara itu, kredit konsumsi terindikasi melambat dengan SBT hanya 13,39%, lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.
Perlambatan kredit konsumsi tersebut antara lain dipengaruhi oleh penurunan penyaluran kredit kendaraan bermotor yang mencatat SBT negatif -2,14%, serta perlambatan kredit multiguna dan kredit tanpa agunan. Di sisi lain, penyaluran kartu kredit justru menunjukkan peningkatan dengan SBT 70,81%, sedangkan KPR/KPA relatif stabil dengan SBT 48%.
Secara sektoral, pertumbuhan kredit baru pada triwulan IV/2025 meningkat pada sejumlah sektor ekonomi. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat SBT tertinggi sebesar 88,53%, diikuti industri pengolahan sebesar 75,92%, perantara keuangan sebesar 72,53%, serta transportasi, pergudangan, dan komunikasi sebesar 72,49%. Sementara itu, sektor perdagangan besar dan eceran mencatat SBT 63,53%.
Dari sisi kebijakan penyaluran kredit, standar kredit pada triwulan IV/2025 terindikasi lebih longgar dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari Indeks Lending Standard (ILS) yang bernilai negatif sebesar -2,59. Pelonggaran standar kredit tersebut antara lain terjadi pada aspek biaya persetujuan kredit, jangka waktu kredit, serta suku bunga kredit.
Namun, pada triwulan I/2026, standar penyaluran kredit diprakirakan kembali lebih berhati-hati. BI mencatat ILS diperkirakan sebesar 2,75, menunjukkan kecenderungan pengetatan standar kredit. Pengetatan tersebut terutama terjadi pada jenis kredit KPR/KPA dan kredit investasi, dengan fokus pada aspek persyaratan administrasi dan agunan.
Di sisi pendanaan, BI memprakirakan penghimpunan DPK hingga triwulan I/2026 tetap tumbuh. Secara kumulatif (year to date/YtD), DPK diprakirakan mencatat SBT sebesar 80,01%, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 68,62%.
Pertumbuhan DPK tersebut terutama ditopang oleh tabungan dengan SBT 72,93%, yang lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, kontribusi deposito diperkirakan tidak setinggi tahun sebelumnya.
Meski demikian, DPK pada akhir 2026 diproyeksikan hanya tumbuh 7,62% YoY atau lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan DPK pada 2025 yang mencapai 13,83% YoY. Estimasi perlambatan pertumbuhan DPK ini terjadi di tengah proyeksi pertumbuhan kredit yang justru sedikit meningkat.
#bank-indonesia #kredit-2026 #pertumbuhan-kredit #dana-pihak-ketiga #likuiditas-perbankan #survei-perbankan #kredit-modal-kerja #kredit-investasi #kredit-konsumsi #penyaluran-kredit #sektor-ekonomi #st