Anggota DPR soroti penganggaran untuk pengembangan ekonomi kreatif

Anggota DPR soroti penganggaran untuk pengembangan ekonomi kreatif

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan menyoroti penganggaran pemerintah untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif, termasuk ...

(Antara) 22/01/26 19:20 111267

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan menyoroti penganggaran pemerintah untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif, termasuk peningkatan kapasitas pelaku usaha kreatif.

Dalam rapat kerja Komisi VII bersama Kementerian Ekonomi Kreatif yang diikuti via daring, Kamis, Putra mengatakan bahwa sekitar Rp363,6 miliar atau 87 persen dari anggaran Kementerian Ekonomi Kreatif tahun 2026 dialokasikan untuk keperluan sekretariat yang mencakup birokrasi, gaji, dan operasional kantor.

"Yang lebih mengkuatirkan lagi, bagaimana mungkin anggaran minim, 87 persen habis untuk belanja sekretariat. Kementerian ini mau ngapain? Kreatif apa yang mau diharapkan pemerintah? Padahal kita bicara HKI dan royalti merek. Tapi, dengan 87 persen (untuk sekretariat), tidak ada ruang fiskal untuk kegiatan kreatif," katanya.

Dia mengemukakan bahwa sebagai fasilitator pemerintah seharusnya memanfaatkan lebih banyak dana untuk memberikan stimulus kepada rakyat, bukan untuk keperluan birokrasi.

Putra juga menyoroti kesejahteraan pekerja di sektor usaha ekonomi kreatif, yang menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja.

"Kalau rata-rata kasar per orang hanya Rp16 juta per tahun. Serapan besar, tapi nilai uangnya \'kurus-kurus\'. Jumlah manusianya besar, tapi bawa uangnya tipis-tipis," katanya.

Ia mengatakan bahwa kebanyakan pelaku usaha kreatif juga masih terjebak di tingkat usaha mikro dengan nilai tambah rendah.

Selain itu, Putra mengemukakan adanya ketimpangan investasi di sektor usaha ekonomi kreatif.

Dia menyebut subsektor aplikasi yang padat modal tapi minim tenaga kerja mendapat aliran investasi sampai Rp40,94 triliun, sedangkan sektor usaha yang menyerap lebih banyak tenaga kerja seperti kuliner, fesyen, dan kriya minim suntikan modal.

Putra juga menyampaikan kekhawatiran mengenai penurunan lapangan pekerjaan di sektor ekonomi kreatif, karena target penyerapan tenaga kerja di sektor ini pada 2026 dipatok 26,06 juta orang, lebih rendah 1,34 juta dari realisasi penyerapan tenaga kerja tahun 2025 yang mencapai 27,4 juta orang.

Target ekspor sektor ekonomi kreatif tahun 2026 juga ditetapkan hanya 27,85 miliar dolar AS, lebih rendah dari realisasi tahun 2025 yang mencapai 29,21 miliar dolar AS.

Putra mengatakan bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif semestinya mendorong peningkatan lapangan kerja dan menetapkan target yang lebih optimis di sektor ekonomi kreatif.

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

#ekonomi-kreatif #pelaku-usaha-kreatif #sdm-kreatif

https://www.antaranews.com/berita/5368826/anggota-dpr-soroti-penganggaran-untuk-pengembangan-ekonomi-kreatif