Sidang Korupsi Tata Kelola Minyak, Ahok Singgung agar Jokowi Ikut Diperiksa
Ahok, eks Komut Pertamina, minta jaksa periksa Jokowi terkait dugaan korupsi tata kelola minyak. Ahok heran atas pencopotan dua direksi terbaik Pertamina.
(Bisnis.Com) 27/01/26 13:22 115631
Bisnis.com, JAKARTA — Eks Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama menyinggung agar jaksa bisa memeriksa Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) terkait persoalan di Pertamina.
Hal tersebut disampaikan Ahok saat dihadirkan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak di PN Tipikor, Jakarta, Senin (27/1/2026).
Mulanya, jaksa mendalami soal berita acara pemeriksaan (BAP) Ahok yang menyatakan dua direksi pada anak perusahaan Pertamina. Mereka yakni, eks Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Djoko Priyono dan Mas\'ud Khamid selaku eks direktur PT Pertamina Patra Niaga (PPN).
"Satu KPI, satu PPN. Ini istilah saudara sebut di sini yang sudah dicopot ini. Nah, ini ada persoalan tidak dengan dua orang ini sehingga kemudian ini disebut sebut sebagai mantan yang sudah dicopot? Ada masalah tidak?" tanya jaksa.
Kemudian, Ahok mengaku heran dengan pencopotan Djoko dan Mas\'ud. Sebab, menurut Ahok, keduanya merupakan pejabat terbaik yang pernah Pertamina miliki.
Alasannya, baik Djoko maupun Mas\'ud memiliki kepedulian untuk memperbaiki kinerja pada sektor migas lewat PT PPN dan PT KPI.
"Bagi saya dua Saudara ini adalah Dirut yang terhebat yang Pertamina punya, untuk mau perbaiki produksi kilang termasuk perbaiki Patra Niaga. Makanya saya sangat senang dengan mereka, semua yang saya arahkan, dia kerjakan," imbuhnya.
Namun demikian, kepiawaian Djoko maupun Mas\'ud tidak membuat keduanya bertahan lama menjadi bagian di Pertamina. Bahkan, Ahok sempat ingin menangis saat mendapatkan kabar Djoko dan Mas\'ud dari jajaran direksi.
Dia pun menilai bahwa cara Kementerian BUMN memecat keduanya dinilai keterlaluan. Apalagi, kabar saat terjadi pencopotan itu tidak pernah diterima Ahok selaku Komut.
Oleh sebab itu, Ahok menyatakan bahwa dirinya ingin melaporkan soal polemik perombakan direksi ini ke Kejaksaan RI. Dia juga menyarankan agar pihak Kementerian BUMN dan Presiden bisa diperiksa terkait persoalan ini.
"Makanya saya selalu bilang sama pak jaksa, kenapa saya mau laporin ke jaksa? periksa tuh sekalian BUMN, periksa tuh Presiden bila perlu, kenapa orang terbaik dicopot?" imbuhnya.
Setelah menyatakan itu, Ahok mendapatkan tepuk tangan dari pengunjung sidang. Namun, Ketua Majelis Hakim, Fajar Kusuma meminta agar pengunjung tetap tenang dan menghargai persidangan.
"Tolong tolong pengunjung, bisa tertib pengunjung, pengunjung. Ini persidangan ya, ini bukan hiburan. Tolong jangan bertepuk tolong," pungkasnya.
#korupsi-tata-kelola-minyak #ahok-sidang-korupsi #jokowi-diperiksa-pertamina #ahok-pertamina #direksi-pertamina-dicopot #kasus-korupsi-pertamina #ahok-jaksa-pertamina #pertamina-patra-niaga #kilang-per