Keandalan Sistem Kelistrikan, Xurya: BESS Jadi Proteksi Risiko

Keandalan Sistem Kelistrikan, Xurya: BESS Jadi Proteksi Risiko

Harga BESS turun, menarik untuk proyek PLTS dan industri. BESS meningkatkan keandalan listrik dan cocok untuk sektor sensitif. Xurya fokus pada klien komersial.

(Bisnis.Com) 28/01/26 13:39 116998

Bisnis.com, JAKARTA — Pengembangan baterai penyimpanan energi (Battery Energy Storage System/BESS) menjadi bagian tak terpisahkan dari penguatan keandalan sistem kelistrikan nasional, seiring dengan meningkatnya penetrasi energi terbarukan dan kebutuhan listrik energi terbarukan di sektor industri.

Co-Founder & Director of Technology Xurya Daya Indonesia Edwin Widjonarko mengatakan, pengembangan BESS pada dasarnya bukan untuk mengejar keuntungan tambahan (upside), melainkan sebagai proteksi terhadap risiko (downside) pada sistem kelistrikan.

“Integrasi BESS adalah keniscayaan bagi keandalan jaringan listrik nasional sebagai infrastruktur kritis,” ujarnya dalam jawaban tertulis kepada Bisnis, Kamis (28/1/2026).

Menurut Edwin, dibandingkan dengan teknologi baterai penyimpanan lainnya, BESS memiliki keunggulan teknis signifikan karena kapasitasnya yang besar serta frekuensi respons yang sangat cepat.

Dengan karakteristik tersebut, BESS tidak hanya berfungsi sebagai cadangan listrik (backup), tetapi juga mampu meningkatkan kualitas daya, serupa dengan fungsi capacitor bank.

Kemampuan ini membuat BESS relevan tidak hanya bagi jaringan PLN, tetapi juga bagi sektor-sektor yang sangat sensitif terhadap gangguan listrik berdurasi sub-detik. “Rumah sakit, pabrik berteknologi tinggi seperti semikonduktor dan bahan kimia, pusat data, hingga industri presisi lainnya akan sangat diuntungkan,” katanya.

Edwin menambahkan, penurunan harga BESS yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir membuka peluang implementasi yang lebih luas, baik pada skala jaringan maupun komersial dan industri.

Sejalan dengan temuan studi EMBER yang mencatat turunnya biaya proyek BESS secara global, Xurya juga mengamati tren serupa di dalam negeri.

Selama tujuh tahun terakhir, perusahaan memantau biaya investasi capex BESS di Indonesia, yang menurun drastis dalam satu hingga dua tahun terakhir, khususnya untuk teknologi baterai lithium-ion.

Meski demikian, Edwin mencatat harga BESS masih sangat bervariasi, tergantung pada merek, form factor, serta apakah baterai dijual dalam bentuk solusi containerized atau unit yang lebih kecil.

“Namun, kami sudah mulai melihat kondisi tertentu di mana integrasi BESS dapat bersaing dengan harga listrik di Indonesia,” ujarnya.

Xurya saat ini telah mulai mengintegrasikan BESS pada sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk meningkatkan tingkat pemanfaatan energi surya. Kendati begitu, BESS belum dijadikan standar pada seluruh proyek.

“BESS kami posisikan sebagai solusi bernilai tambah. Fokus kami saat ini adalah klien komersial dan industri di wilayah yang belum terjangkau jaringan PLN, tetapi membutuhkan keandalan pasokan listrik yang tinggi,” jelas Edwin.

Ke depan, Xurya memperkirakan adopsi BESS di Indonesia akan berkembang secara bertahap, seiring dengan penyesuaian regulasi, struktur tarif, serta kesiapan sistem kelistrikan nasional. Oleh karena itu, perusahaan memilih memulai dari use case yang jelas secara ekonomi.

“Solar plus storage kami jadikan bagian dari strategi jangka panjang untuk menghadirkan solusi energi yang lebih fleksibel dan andal bagi pelaku usaha,” pungkasnya.

#baterai-penyimpanan-energi #energi-terbarukan #bess #sistem-kelistrikan-nasional #integrasi-bess #jaringan-listrik-nasional #kapasitas-bess #kualitas-daya #penurunan-harga-bess #proyek-plts #investasi

https://hijau.bisnis.com/read/20260128/652/1947904/keandalan-sistem-kelistrikan-xurya-bess-jadi-proteksi-risiko