Emiten Dorong Implementasi Bertahap Aturan Free Float 15%

Emiten Dorong Implementasi Bertahap Aturan Free Float 15%

AEI mendukung penerapan bertahap aturan free float 15% untuk memperkuat pasar modal, dengan mempertimbangkan kesiapan emiten dan kondisi pasar.

(Bisnis.Com) 01/02/26 10:24 121339

Bisnis.com, JAKARTA -- Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) memandang kebijakan peningkatan porsi kepemilikan saham publik atau free float hingga 15% perlu dilakukan secara bertahap dan proporsional, dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing perusahaan tercatat.

Direktur Eksekutif AEI Gilman Pradana menilai pada dasarnya kebijakan tersebut strategis untuk memperkuat kualitas pasar modal Indonesia. Kebijakan ini dinilai berpotensi meningkatkan likuiditas, keterbukaan, serta daya tarik pasar bagi investor institusi, baik domestik maupun global.

Namun, dari sudut pandang emiten, lanjutnya, penerapan ketentuan free float minimum 15 % perlu dilakukan secara bertahap dan proporsional.

“Harapannya ada ruang transisi dan fleksibilitas, sehingga tujuan penguatan pasar dapat tercapai tanpa justru menimbulkan tekanan bagi emiten,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).

AEI mencatat tingkat kesiapan emiten terhadap ketentuan free float baru relatif bervariasi. Emiten berkapitalisasi besar umumnya dinilai lebih siap dan sebagian besar telah memenuhi ambang batas tersebut, meskipun masih terdapat beberapa emiten besar yang porsinya masih di bawah 10%.

Sementara itu, emiten menengah dan kecil membutuhkan waktu serta strategi yang lebih matang untuk melakukan penyesuaian. Meski demikian, secara umum AEI menilai emiten terbuka pada arah kebijakan ini, selama tersedia roadmap yang jelas, masa transisi yang memadai, serta kepastian regulasi.

AEI juga menyoroti tantangan dari sisi keseimbangan pasar. Peningkatan pasokan saham ke publik dinilai perlu diimbangi dengan kesiapan permintaan dari investor. Pasalnya, tambahan suplai tidak serta-merta diikuti oleh peningkatan permintaan yang seimbang.

“Ke depan kebijakan ini memang berpotensi meningkatkan kepercayaan investor institusi dan global serta memperkuat posisi Indonesia di mata indeks global. Namun perlu diantisipasi potensi tekanan terhadap indeks dalam jangka pendek apabila implementasinya dilakukan terlalu cepat,” kata Gilman.

AEI mendorong agar kebijakan peningkatan free float diterapkan melalui pendekatan kolaboratif antara regulator, bursa, dan emiten. Pendekatan ini dinilai penting agar kebijakan yang dihasilkan tetap sejalan dengan kondisi pasar serta kesiapan masing-masing pihak.

Saat ini, AEI bersama sejumlah asosiasi pelaku pasar lainnya juga tengah membuka ruang komunikasi dengan regulator untuk mendiskusikan rencana kebijakan tersebut.

“Asosiasi membuka komunikasi dengan regulator untuk diskusi dan kolaborasi. Karena kami juga belum tahu nanti final aturannya,” imbuhnya.

Presiden Direktur & CEO Indonesia PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) Anthony P. Susilo mengatakan rencana penerapan ketentuan free float minimum 15% dinilai sebagai langkah yang pada dasarnya positif bagi pasar modal.

Dia mengatakan masih menunggu kejelasan teknis dan jadwal implementasi dari regulator.

Terkait rencana regulator menaikkan ambang batas free float dari sebelumnya 7,5% menjadi 15%, emiten properti tersebut memilih bersikap wait and see, khususnya menunggu kejelasan soal urgensi dan masa transisi kebijakan.

“Dulu 7,5% saja diberikan waktu pemenuhan yang cukup panjang. Sekarang 15% ini seberapa cepat implementasinya, itu yang masih kami tunggu,” ujarnya.

Meski begitu, perseroan menegaskan akan mengikuti ketentuan yang ditetapkan regulator.

“Sebagai emiten, ya kita ikut saja peraturannya seperti apa. Nanti eksekusinya tentu akan dibicarakan dengan para pemegang saham,” imbuhnya.

Sejalan dengan itu, perseroan juga membuka peluang aksi korporasi untuk mendukung peningkatan porsi saham publik, termasuk melalui rencana rights issue meski masih bergantung pada kondisi pasar dan valuasi.

Perseroan menilai kebijakan peningkatan free float dapat memberikan dampak positif bagi likuiditas dan daya tarik pasar, selama diterapkan dengan perencanaan yang matang dan mempertimbangkan kesiapan emiten serta kondisi pasar secara keseluruhan.

------------

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#emiten-free-float #free-float-15 #kebijakan-free-float #pasar-modal-indonesia #likuiditas-pasar-modal #investor-institusi #emiten-besar #emiten-menengah-kecil #kebijakan-pasar-modal #peningkatan-saha

https://market.bisnis.com/read/20260201/7/1948978/emiten-dorong-implementasi-bertahap-aturan-free-float-15