RI Gagal Capai Target Ekspor 2025, Kemendag Angkat Bicara
Kemendag mengungkapkan ekspor RI 2025 hanya mencapai US$282,91 miliar, di bawah target US$294,45 miliar. Optimis capai US$315,31 miliar pada 2026 dengan strategi baru.
(Bisnis.Com) 02/02/26 16:13 122816
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) buka suara ihwal tak tercapainya target ekspor nasional yang dicanangkan sepanjang 2025. Adapun, realisasi nilai ekspor hanya mencapai US$282,91 miliar sepanjang tahun lalu.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemendag, Ni Made Kusuma Dewi mengatakan realisasi nilai ekspor yang berada di level US$282,91 miliar atau naik 6,15% secara tahunan (year-on-year/yoy) sepanjang Januari—Desember 2025 menandakan produk dalam negeri masih mampu bersaing di tengah dinamika global.
Padahal sebelumnya, Kemendag mengincar pertumbuhan ekspor sebesar 7,10% secara tahunan pada 2025 dengan nilai yang mencapai US$294,45 miliar.
“Pertumbuhan ekspor yang mencapai 6,15% di tengah kondisi global saat ini merupakan hal yang menggembirakan. Ini berarti produk Indonesia masih mampu berdaya saing di pasar global,” kata Made kepadaBisnis, Senin (2/2/2026).
Kendati demikian, Kemendag optimistis nilai ekspor pada 2026 akan tercapai di level US$315,31 miliar atau tumbuh 7,09%. Adapun untuk mengejar target tersebut, pemerintah telah menyiapkan sederet langkah dengan mengoptimalkan perjanjian perdagangan.
“Kami tetap optimis untuk mencapai target 2026 dengan beberapa langkah strategi, termasuk diversifikasi pasar antara lain salah satunya mengoptimalkan perjanjian perdagangan internasional yang telah disepakati, diversifikasi produk termasuk hilirisasi,” ujarnya.
Sebelumnya, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono mengatakan total nilai ekspor Indonesia sepanjang 2025 berasal dari nilai ekspor migas turun 17,69% yoy menjadi US$13,07 miliar dari sebelumnya US$15,88 miliar.
Sementara itu, nilai ekspor nonmigas terpantau naik 7,66% menjadi US$269,84 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya di level US$250,65 miliar.
“Jika dilihat menurut sektornya, peningkatan untuk nilai ekspor nonmigas secraa kumulatif itu terutama terjadi pada industri pengolahan dan pertanian,” ujar Ateng dalam Rilis Berita Resmi BPS, Senin (2/2/2026).
Data BPS menunjukkan industri pengolahan menjadi pendorong utama atas utama kinerja ekspor sepanjang 2025, dengan andil sebesar 10,77%. Dari sana, nilai ekspor nonmigas dari industri pengolahan naik 14,47% menjadi US$227,10 miliar sepanjang Januari—Desember 2025.
#ekspor-2025 #target-ekspor #kemendag-ekspor #nilai-ekspor #ekspor-nonmigas #pertumbuhan-ekspor #produk-indonesia #pasar-global #perjanjian-perdagangan #diversifikasi-pasar #diversifikasi-produk #hilir