Menteri Maman Minta Maaf Sarankan UMKM Bikin Barang KW: Sebenarnya, Esensinya Enggak Itu...

Menteri Maman Minta Maaf Sarankan UMKM Bikin Barang KW: Sebenarnya, Esensinya Enggak Itu...

Menteri UMKM Maman Abdurrahman minta maaf atas pernyataannya soal barang tiruan, menegaskan pentingnya inovasi tanpa menjiplak.

(Kompas.com) 22/10/25 15:39 12348

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman meminta maaf atas pernyataannya yang sempat mengusulkan agar UMKM memproduksi barang tiruan.

Maman mengakui pernyataannya itu disayangkan dan mendapatkan kritik dari masyarakat.

"Memang respons publik banyak sekali, rata-rata memang menyayangkan dan mengkritisi terkait isu barang KW ini. Dan saya secara pribadi mohon maaf kalau sampai misalnya terpersepsikan seperti itu," ujar Maman di Kantor Kementerian UMKM, Jakarta, Rabu (22/10/2025).

"Tapi sebenarnya, esensinya enggak itu. Jadi saya itu minta maafnya begini, minta maafnya karena saya menggunakan analogi Louis Vuitton menjadi Louis Vuttong. Terus Dior menjadi Doir. Sebetulnya secara esensi bukan itu," tegasnya.

Maman lantas menjelaskan bahwa yang ia maksud sebenarnya adalah anjuran untuk belajar dari industri di Korea Selatan dan China.

Kedua negara itu bisa mencapai kemajuan industri dimulai dari bawah, yakni membuat produk yang meniru dari luar negeri.

"Korea Selatan itu tahun 60-an, dia memulai praktik industrialisasinya dengan melalui pola membuat produk dalam negeri mereka dengan meniru beberapa negara dari luar," tutur Maman.

"Jadi misalnya waktu itu yang lebih maju, Jepang dengan Amerika. Jadi dia meniru, sebagai contoh di Korea itu ada kipas angin, tapi dia mulai dari yang kecil-kecil dulu, kipas angin. Nah kipas angin itu ditiru, lalu sekarang Korea punya LG," jelasnya.

Namun, Maman menekankan bahwa proses meniru barang yang dilakukan oleh Korea tidak dilakukan secara menjiplak secara total.

Negara tersebut, menurutnya, melakukan replikasi dengan metode ATM atau amati, tiru, lalu modifikasi.

"Secara esensi penyampaian saya di situ. Cuman kan kesalahan saya pada saat saya menyampaikan di hadapan kalian-kalian dan akhirnya viral itu, seakan-akan saya ini mendukung untuk memproduksi produk-produk KW itu. Sebetulnya secara substansi bukan itu," jelas Maman.

"Tapi saya mohon maaf dan sekali lagi saya sebagai Menteri harus fair untuk mengatakan bahwa itu adalah kesalahan dalam penyampaian dan penggunaan analogi," katanya.

Ilustrasi barang KW
Maman menekankan, ia mendorong agar UMKM Indonesia bisa membuat produk-produk yang mampu menarik minat publik, khususnya dari segi pengemasan (packaging) yang bagus.

"Jadi sekali lagi saya luruskan ya, itu penggunaan nama bukan plek-plek seperti itu. Tapi penggunaan namanya monggo saja tergantung dari perajin," kata Maman.

Sebelumnya, Menteri Maman pernah menyinggung soal anjuran agar UMKM membuat produk yang mirip dengan produk merek-merek terkenal.

Hal itu ia sampaikan sebagai solusi agar UMKM bisa bertahan dari persaingan dengan produk-produk dari China. Sebab, menurut Maman, hal yang sama dilakukan oleh China. Produsen asal China juga melakukan produksi barang tiruan dari merek ternama.

"Ya sudah, kita dorong para perajin-perajin tas kita membuat produk yang sama seperti produk tas branded. Dalam hal ini, tas-tas China itu," ungkap Maman usai menghadiri acara "1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran" di Jakarta, pada Kamis (16/10/2025).

"Misalnya namanya apa tuh, Louis Vuitton? Ya saya sarankan kita buat barangnya sama kurang lebih. Tapi namanya kita sebut Louis Vuttong," tuturnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang

#barang-kw #maman-abdurrahman #barang-tiruan #umkm #korea-selatan

https://money.kompas.com/read/2025/10/22/153941726/menteri-maman-minta-maaf-sarankan-umkm-bikin-barang-kw-sebenarnya-esensinya