Penyaluran Kredit ke Sektor Manufaktur Terdongkrak Industri Besi dan Baja
Pertumbuhan kredit industri pengolahan naik 8,64% YoY, didorong oleh subsektor besi dan baja yang pulih, seiring investasi dan permintaan global yang meningkat.
(Bisnis.Com) 03/02/26 18:47 124479
Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pertumbuhan kredit bank umum terhadap sektor industri pengolahan mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun lalu. Capaian positif ini didorong oleh subsektor industri logam dasar besi dan baja yang mencatatkan pertumbuhan usai sebelumnya sempat mengalami kontraksi.
Berdasarkan Laporan Surveillance Perbankan Indonesia (LSPI) Kuartal III/2024 yang dirilis OJK, penyaluran kredit bank umum hingga September 2025 salah satunya ditopang oleh sektor industri pengolahan.
Hingga kuartal III/2025, laju pembiayaan bank umum ke sektor ini tumbuh 8,64% secara tahunan (year on year/YoY), meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tumbuh 7,06% YoY.
“Meningkatnya pertumbuhan kredit pada sektor ini didorong oleh subsektor industri logam dasar besi dan baja,” tulis OJK dalam laporannya, dikutip pada Senin (2/2/2026).
OJK mengungkapkan penyaluran kredit subsektor industri logam dasar besi dan baja mampu tumbuh 7,41% YoY hingga September 2025, setelah sebelumnya terkontraksi sebesar -1,46% YoY.
Global Market Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto mengatakan pertumbuhan kredit industri, khususnya subsektor besi dan baja sejalan dengan investasi subsektor besi dan baja di Indonesia yang cukup membaik dalam beberapa tahun terakhir.
“Kita lihat juga untuk FDI [foreign direct investment] juga di sektor ini juga cukup kuat ya dan kita juga merupakan produsen besi dan baja yang produktif,” kata Myrdal kepada Bisnis, Senin (2/2/2026)
Myrdal juga melihat bahwa sektor ini masih prospektif seiring dengan adanya semangat pembangunan dan arah hilirisasi yang semakin marak di masa depan. Dengan demikian, dia mengharapkan sektor manufaktur nasional dapat semakin kuat, termasuk industri besi dan baja.
Sementara itu, Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky menilai bahwa meningkatnya pertumbuhan kredit subsektor besi dan baja lebih dipengaruhi oleh permintaan global yang tinggi. “Sehingga pertumbuhan kreditnya juga tinggi,” kata Teuku kepada Bisnis, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, keberlanjutan pertumbuhan kredit sektor industri pengolahan pada tahun ini akan sangat tergantung dari kebijakan domestik menarik investasi ke Indonesia. Jika kebijakan yang ada mampu menarik investasi ke dalam negeri, Teuku meyakini kredit di sektor ini masih akan tumbuh tahun ini.
#kredit-industri-baja #akselerasi-kredit-manufaktur #pertumbuhan-kredit-bank #sektor-industri-pengolahan #subsektor-logam-dasar #besi-dan-baja #laporan-ojk #penyaluran-kredit-bank #investasi-subsektor