Negosiasi Dagang hingga Reformasi Pasar Modal jadi Jurus Pemerintah Yakinkan Investor

Negosiasi Dagang hingga Reformasi Pasar Modal jadi Jurus Pemerintah Yakinkan Investor

Pemerintah Indonesia mengandalkan negosiasi dagang dan reformasi pasar modal untuk menarik investasi global, dengan fokus pada efisiensi dan transparansi.

(Bisnis.Com) 03/02/26 20:57 124667

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah menyebut negosiasi dagang dengan sejumlah negara mitra serta reformasi pasar modal menjadi andalan untuk meyakinkan peluang investasi di Indonesia kepada para investor hingga tingkat global.

Hal tersebut di antaranya disampaikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada hari pertama Indonesia Economic Summit (IES) yang diselenggarakan Indonesia Business Council (IBC), Selasa (3/2/2026).

Di depan para pengusaha nasional maupun global yang hadir pada forum tersebut, Airlangga memaparkan berbagai indikator makro ekonomi Indonesia maupun kemajuan dalam negosiasi perdagangan. Dia menyebut sebagian besar free trade agreement ini sudah diselesaikan, termasuk dengan Amerika Serikat (AS) yang mana sejumlah barang dari Indonesia dikenakan tarif lebih rendah dibandingkan sebelumnya yaitu 19%.

"Sebagian besar negosiasi perdagangan telah diselesaikan, dengan Kanada, dengan UE, dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), dan kami sedang dalam proses menyelesaikan perjanjian perdagangan dengan Amerika Serikat," ungkap Airlangga di Hotel Shangri-La, Jakarta, dikutip dari siaran pers, Selasa (3/2/2026).

Tidak hanya itu, Menko Perekonomian sejak 2019 tersebut memaparkan bahwa bersama negara-negara G20, Indonesia mendapatkan komitmen pendanaan Just Energy Transition Partnership (JETP) sebesar US$21,4 miliar. Sebesar US$3,5 miliar di antaranya sudah dimanfaatkan.

Australia, lanjut Airlangga, juga menyatakan rencananya berinvestasi di Indonesia. Mitra investasi dari negara tetangga lain di tingkat regional, seperti Sarawak Air Malaysia juga diajak untuk berkolaborasi dalam membuka konektivitas transportasi guna mendukung destinasi pariwisata di luar Jakarta dan Bali.

Selain itu, Indonesia dengan Singapura bekerja sama dalam pengembangan kawasan ekonomi khusus dan program digital. “Ini berarti ada banyak modal dalam pipeline yang siap untuk diinvestasikan di Indonesia," terang mantan Menteri Perindustrian itu.

Selain negosiasi dagang, Airlangga turut memaparkan agenda reformasi pasar modal yang baru saja diluncurkan Indonesia. Hal ini dilakukan usai ultimatum Morgan Stanley Capital Indonesia (MSCI) terhadap penurunan (downgrade) rating pasar saham RI yang memicu trading halt dua kali berturut-turut.

Agenda reformasi pasar modal itu, tuturnya, fokus pada empat pilar, yaitu efisiensi, transparansi, tata kelola, dan penegakan hukum. "Hingga pagi ini, pasar modal telah kembali ke zona hijau, yang menandakan respons pasar yang positif," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengawas IBC Arsjad Rasjid dalam sambutannya menekankan kehadiran IES 2026 menjadi platform strategis untuk membangun kepercayaan investor di tengah dunia yang penuh dengan \'multiple layers of unknowns\' (ketidakpastian yang berlapis).

“Tujuan kami adalah memastikan Indonesia tetap atraktif, kompetitif, dan produktif. Fokus kami tertuju pada tiga pilar utama yakni Kepastian (Certainty), Kapabilitas (Capability), dan Modal (Capital),” tegas Arsjad.

Terdapat berbagai inisiatif yang dilakukan dalam IES 2026, salah satunya peluncuran Business 57+ (B57+) Asia-Pacific Regional Chapter. Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat konektivitas ekonomi antarnegara Islam dan mitra strategisnya, dengan Indonesia diposisikan sebagai simpul utama kerja sama di kawasan Asia-Pasifik.

Presiden Islamic Chamber of Commerce and Development (ICCD) Abdullah Saleh Kamel dalam sambutannya menyampaikan, peluncuran B57+ merupakan inisiatif kolektif yang didedikasikan untuk masa depan kemanusiaan yang lebih baik.

”Dunia usaha, investasi, perdagangan, dan keuangan, dapat memainkan peran utama dalam memajukan masyarakat kita. Visi ini sejalan dengan komitmen para pemimpin politik di negara-negara seperti Arab Saudi, Indonesia, Malaysia, Turki, dan Pakistan yang secara aktif berupaya memberdayakan sektor swasta melalui reformasi legislatif dan infrastruktur digital,” kata Abdullah.

Adapun Chief Economist IBC Denni Purbasari mengatakan, Indonesia menjadi daya tarik untuk meraih investasi global lantaran merupakan negara demokrasi dengan penduduk muda yang besar. Posisi itu diperkuat oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil di sekitar 5,1% sampai 5,2%.

“Komitmen pemerintah terhadap openness dan reform, kestabilan ekonomi makro dan politik, menjadi faktor yang menarik bagi investor asing untuk masuk, baik melalui direct investment maupun portofolio,” kata Denni.

Sejumlah program prioritas pemerintah seperti ketahanan pangan, ketahanan energi, dan kesehatan, menambah peluang kemitraan antara pelaku bisnis dalam negeri dengan investor global.

Menurut Denni, sektor yang menarik tidak hanya terkait rantai pasok kendaraan listrik. Sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan serta perikanan, energi terbarukan, kesehatan, jasa keuangan bahkan pendidikan turut dinilai menjadi sektor yang menarik.

Sebagai informasi, IES adalah forum ekonomi tahunan yang diselenggarakan IBC untuk membedah tren ekonomi, prioritas strategis, dan arah masa depan Indonesia dalam rantai pasok global.

IES 2026 menghadirkan delegasi dari lebih dari 50 negara untuk mendiskusikan peluang investasi dan tantangan ekonomi struktural Indonesia di tengah dinamika pasar global.

Forum yang diselenggarakan pada 3 dan 4 Februari 2026 itu mempertemukan pemimpin pemerintahan, dunia usaha, investor global, dan organisasi internasional dari berbagai negara seperti Singapura, Australia, Jepang, Inggris, China hingga negara-negara Eropa dan Asia Tengah.

IBC melihat bahwa kehadiran delegasi internasional yang luas menunjukkan bahwa minat investor global terhadap pasar Indonesia tetap ada.

#negosiasi-dagang #reformasi-pasar-modal #peluang-investasi-indonesia #free-trade-agreement #komitmen-pendanaan-jetp #investasi-australia-indonesia #konektivitas-transportasi-pariwisata #pengembangan-k

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260203/10/1949821/negosiasi-dagang-hingga-reformasi-pasar-modal-jadi-jurus-pemerintah-yakinkan-investor