Anggaran PU Dominasi Belanja K/L Sumsel Awal 2026, Begini Rinciannya
Kementerian PU Sumsel mendapat alokasi anggaran terbesar Rp2,03 triliun pada 2026 untuk proyek infrastruktur, termasuk JTTS dan bendungan.
(Bisnis.Com) 04/02/26 08:34 124945
Bisnis.com, PALEMBANG — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjadi penerima alokasi anggaran terbesar dalam belanja kementerian/lembaga (K/L) di Provinsi Sumatra Selatan pada tahun 2026.
Berdasarkan data yang diterima Bisnis, per 26 Januari 2026 total alokasi belanja K/L di Sumsel telah mencapai Rp13,85 triliun, dengan penyaluran terbesar untuk Kementerian PU sebesar Rp2,03 triliun.
Kepala Kantor Perwakilan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sumatra Selatan (Sumsel) Rahmadi Murwanto mengatakan dominasi alokasi anggaran Kementerian PU di Sumsel, tidak lepas dari sejumlah pembangunan infrastruktur yang masih berjalan di wilayah tersebut.
“Kalau satuan kerja seperti PU, Polri, anggarannya diberikan untuk kebutuhan dasar dan juga melanjutkan [proyek] dari sebelumnya yang belum selesai. Seperti misalnya PU menjalankan program strategis nasional yang sebelumnya telah disetujui,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Dia menjelaskan sejumlah proyek nasional yang diemban oleh PU seperti penyelesaian Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), yang terdapat beberapa ruas tol krusial menghubungkan Sumsel dengan provinsi tetangga.
Selain itu, menurut Rahmadi, Kementerian PU juga memegang amanah menyelesaikan pembangunan infrastruktur ketahanan pangan di Sumsel.
Anggaran dialokasikan untuk pembangunan dan kelanjutan proyek bendungan serta jaringan irigasi, salah satunya Bendungan Tiga Dihaji, di Kabupaten OKU Selatan.
“Kemudian juga untuk modernisasi jaringan irigasi untuk mendukung peningkatan produksi beras nasional,“ imbuhnya.
Dia mengatakan, anggaran di Kementerian PU itu juga dialokasikan untuk kebutuhan lain seperti peningkatan konektivitas jalan nasional melalui preservasi jalan dan pembangunan jembatan baru yang mendukung distribusi barang.
Hal itu mempertimbangkan kondisi wilayah Sumsel yang sangat luas serta beban lalu lintas logistik yang tinggi, seperti angkutan batubara, sawit dan karet.
“Belum lagi alokasi untuk penataan kawasan perkotaan dan sanitasi seperti sistem penyediaan air minum dan pembangunan fasilitas sanitasi maupun penataan kawasan kumuh di kota besar mencakup Palembang, Lubuk Linggau dan Baturaja,” pungkasnya.
Adapun rincian realisasi belanja K/L di Sumsel sampai 26 Januari 2026 sebagai berikut.
• Kementerian Pekerjaan Umum Rp2,03 triliun,
• Kepolisian RI Rp1,95 triliun, dan
• Kementerian Pertahanan Rp1,89 Triliun
• Kementerian Agama Rp1,72T
• Kementerian Kesehatan Rp1,64T
• Kementerian Perhubungan Rp1,03T
• Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Rp0,77T
• Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Rp0,47T
• Mahkamah Agung Rp0,28T
• Kejaksaan Agung Rp0,27T
#anggaran-pu-sumsel #belanja-k-l-sumsel-2026 #kementerian-pu-sumsel #proyek-infrastruktur-sumsel #jalan-tol-trans-sumatra #bendungan-tiga-dihaji #jaringan-irigasi-sumsel #konektivitas-jalan-nasional #d