Menteri PU Wanti-wanti Preservasi Jalan Tol Wajib Rampung H-7 Lebaran
Kementerian PU instruksikan BUJT rampungkan perbaikan tol H-7 Lebaran 2026 untuk keselamatan. Insentif Rp13 triliun disiapkan untuk libur Idulfitri.
(Bisnis.Com) 04/02/26 15:30 125543
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menginstruksikan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk mempercepat perbaikan kerusakan jalan guna menyambut arus mudik Lebaran 2026/1447H.
Kementerian PU menargetkan seluruh pekerjaan preservasi jalan, termasuk penambalan lubang di jalur tol tuntas sepenuhnya sepekan sebelum hari raya.
Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan bahwa penutupan lubang di ruas tol merupakan standar operasional yang tidak bisa ditawar. Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan selama periode puncak mobilitas masyarakat berlangsung.
"Oh iya pasti, jadi semua lubang di jalan tol itu kan mesti tertutup sebelum H-7 kan. Itu kan sudah wajib," jelas Dody saat ditemui di Kompleks DPR RI, Rabu (4/2/2026).
Selain infrastruktur jalan, Kementerian PU akan menyiagakan personel di sejumlah posko pemantauan mulai dari H-7 hingga H+7 Lebaran. Petugas yang bersiaga bertugas untuk melakukan pengecekan rutin pada ruas-ruas jalan di wilayah kerja mereka guna mengantisipasi munculnya kerusakan baru akibat beban kendaraan yang meningkat.
Jika ditemukan kerusakan mendadak di tengah arus mudik, Dody memerintahkan tim lapangan untuk melakukan penanganan darurat secara instan. Pola patching atau penambalan cepat menjadi solusi jangka pendek agar aliran kendaraan tidak terhambat oleh kerusakan aspal yang membahayakan.
"Memastikan bahwa selama arus mudik ini, hampir H-7 sampai H+7 itu nggak ada lagi lubang di sepanjang jalan. Walaupun ada lubang, segera dilakukan patching-patching cepat," jelasnya.
Selain fokus pada lubang jalan, pemerintah juga menyiagakan alat berat di titik-titik rawan banjir guna memitigasi potensi bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di musim mudik.
Kesiapan infrastruktur jalan tol ini diperlukan guna memastikan kelancaran arus pergerakan masyarakat. Terlebih, pemerintah sendiri telah menyiapkan anggaran sekitar Rp13 triliun untuk insentif libur Ramadan dan Idulfitri 2026. Insentif itu akan menyasar ke diskon transportasi maupun bantuan sosial (bansos).
Pada kesempatan berbeda, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa nantinya insentif untuk Ramadan dan Idulfitri tahun ini mencakup diskon sejumlah tarif transportasi maupun bansos seperti beras maupun minyak.
Airlangga enggan menjelaskan insentif-insentif itu secara terperinci. Namun, dia menyebut, pemerintah telah menyiapkan anggarannya dan diharapkan bisa menyalurkan lebih banyak ke masyarakat.
"Nanti kami umumkan. [Target anggarannya] sudah ada. Kisarannya Rp13 triliun," tuturnya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
#jalan-tol #preservasi-jalan #arus-mudik #lebaran-2026 #kementerian-pu #perbaikan-jalan #penambalan-lubang #keselamatan-jalan #infrastruktur-jalan #posko-pemantauan #penanganan-darurat #patching-cepat #n-a