Mengukur Likuiditas Saham Big Caps BREN & PGEO Cs saat Free Float Dinaikkan
BEI akan menaikkan free float saham big caps seperti BREN dan PGEO. Ini dapat meningkatkan likuiditas, namun buyback oleh BREN dan TPIA bisa mempengaruhi harga.
(Bisnis.Com) 06/02/26 04:30 127624
Bisnis.com, JAKARTA – Saham-saham emiten dengan dengan free float di bawah 15% dan mempunyai kapitalisasi pasar terbesar bakal menjadi prioritas pertama Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimplementasi kenaikan free float bertahap. Berdasarkan kriteria itu, ada BREN, TPIA sampai PGEO.
Apabila emiten big caps menambah free float, posri saham publik mereka di pasar akan bertambah. Yang menjadi pertanyaan selanjutnya, seberapa kuat demand pasar menyerap tambahan saham tersebut.
Managing Director Research & Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su menjelaskan bahwa demand pasar bisa kita ukur lewat average daily trading value (ADTV) atau rata-rata nilai transaksi harian masing-masing saham.
Berdasarkan data yang diolah Bisnis, terdapat 10 besar emiten ber-free float di bawah 15% dengan market cap terbesar per 2 Februari 2026, yakni berturut-turut dari urutan pertama adalah BREN, TPIA, BNLI, CDIA, MPRO, BRIS, HMSP, ADMR, PGUN sampai PGEO.
Harry menghitung bahwa berdasarkan data penutupan 5 Februari 2026, 1% market cap BREN, atau sekitar Rp11 triliun baru berpotensi terserap dalam kurang lebih 34 hari perdagangan, di mana ADTV BREN dalam 6 bulan sebesar Rp329 miliar. Sementara itu, 1% market cap TPIA diperkirakan baru terserap dalam kurang lebih 82 hari.
"Untuk saham-saham lain, proses penyerapan relatif lebih cepat, misalnya CDIA kurang lebih 3 hari, PGEO sekitar 6 hari, dan ADMR kurang lebih selama 7 hari," ujarnya pada Bisnis, Kamis (5/2/2026).
Sebaliknya, Harry menilai untuk saham BNLI dan MPRO, jika kita bandingkan nilai 1% market cap terhadap ADTV, hasilnya menunjukkan kebutuhan waktu lebih dari 1.000 hari perdagangan. Perhitungan ini dengan asumsi ADTV ke depan kurang lebih tetap.
Ihwal rekomendasi, di antara 10 emiten yang diprediksi punya peluang paling besar segera menambah porsi saham publiknya itu, Harry melihat BRIS sebagai salah satu opsi yang menarik. Menurutnya BRIS punya posisi strategis seiring dengan berkembangnya bisnis bullion bank, ditambah dengan adanya tren kenaikan harga emas.
Adapun, ketika otoritas bursa sedang mendorong emiten untuk menambah porsi saham publik mereka, emiten terafiliasi Prajogo Pangestu, BREN dan TPIA justru mengumumkan rencana aksi buyback.
Harry menilai, alasan BREN dan TPIA melakukan buyback tersebut adalah karena manajemen menilai harga saham sudah berada di level undervalued, terutama setelah tekanan pasar pasca peringatan dari MSCI pekan lalu.
"Dalam kondisi seperti ini, buyback dipandang sebagai momentum untuk menyerap saham saat valuasi dinilai lebih murah, sekaligus membantu menstabilkan pergerakan harga," tandasnya.
| 10 Emiten Big Caps dengan Free Float di Bawah 15% | |||
| No. | Kode Saham | Free Float (%) | Market Cap (Rp) |
| 1 | BREN | 12,299 | 1.113.770.281.500.000 |
| 2 | TPIA | 10,673 | 510.418.116.090.000 |
| 3 | BNLI | 10,879 | 144.725.438.080.000 |
| 4 | CDIA | 9,972 | 124.829.374.700.000 |
| 5 | MPRO | 11,163 | 109.367.500.000.000 |
| 6 | BRIS | 9,895 | 103.790.835.310.500 |
| 7 | HMSP | 7,561 | 94.217.642.289.000 |
| 8 | ADMR | 11,969 | 75.632.313.275.000 |
| 9 | PGUN | 7,624 | 48.197.930.608.800 |
| 10 | PGEO | 10,905 | 46.833.655.003.520 |
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#big-caps-saham #free-float-saham #likuiditas-saham #saham-bren #saham-pgeo #saham-tpia #kapitalisasi-pasar #average-daily-trading-value #adtv-saham #buyback-saham #undervalued-saham #saham-bris #saham