Mendag Ungkap Nasib HET Minyakita Kala Harga CPO Melambung
Kemendag belum berencana menaikkan HET Minyakita meski harga CPO naik. Pemerintah fokus pada distribusi dan mendorong produsen memperbanyak produk setara.
(Bisnis.Com) 06/02/26 17:08 128397
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan belum terdapat rencana menaikkan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita dari Rp15.700 per liter meskipun harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) cenderung naik.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso tak menampik bahwa HET MinyaKita tak berubah sejak beberapa waktu terakhir. Namun, belum terdapat rencana kenaikan seiring langkah pemerintah memperbaiki distribusi minyak goreng rakyat tersebut.
“Ya sebenarnya [HET] itu sudah lama, sementara harga CPO kan juga terus naik, tetapi memang kita belum ada rencana untuk menaikkan harganya. Nanti kita lihat, ya,” kata Budi saat menemui wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, pada Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, pemerintah saat ini menerapkan skema baru distribusi Minyakita dengan kewajiban penyaluran sebanyak 35% melalui BUMN pangan hingga Perum Bulog.
Selain itu, Kemendag juga mendorong agar produsen minyak goreng memperbanyak produk minyak second brand yang setara dengan Minyakita, baik dari sisi kualitas maupun harga.
“Yang penting sekarang distribusinya yang Minyakita ini harus lancar dengan kewajiban [penyaluran] 35% ke BUMN pangan. Cara yang kedua itu tadi, memperbanyak jenis minyak goreng di pasar,” ujar Busan.
Sebelumnya, harga referensi (HR) komoditas minyak sawit mentah (CPO) dan biji kakao meningkat menjelang momentum Hari Raya Imlek dan Ramadan 2026.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mengatakan HR CPO untuk 1—28 Februari 2026 ditetapkan sebesar US$918,47 per metric ton (MT), naik US$2,84 atau 0,31% dibandingkan periode Januari 2026 yang sebesar US$915,64/MT.
Tommy menjelaskan kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan dan produksi CPO yang menurun.
“Peningkatan ini disebabkan oleh naiknya permintaan sebagai antisipasi Hari Raya Imlek dan Ramadan, yang tidak diiringi dengan peningkatan suplai akibat penurunan produksi,” kata Tommy dalam keterangan tertulis, Jumat (30/1/2026).
#minyakita #het-minyakita #harga-cpo #harga-minyak-sawit #mendag-budi-santoso #distribusi-minyakita #minyak-goreng-rakyat #bumn-pangan #perum-bulog #minyak-second-brand #harga-referensi-cpo #permintaan