Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak Dorong Risiko Penyakit Tidak Menular
Konsumsi berlebih gula, garam, dan lemak tingkatkan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes. Edukasi dan kebijakan diperlukan untuk pencegahan.
(Bisnis.Com) 09/02/26 14:10 130552
Bisnis.com, JAKARTA — Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Berbeda dengan penyakit infeksi, PTM berkembang perlahan dan erat kaitannya dengan perilaku konsumsi serta gaya hidup sehari-hari yang berlangsung dalam jangka panjang.
Kementerian Kesehatan mencatat bahwa sebagian besar faktor risiko penyakit tidak menular dapat dicegah karena penyakit seperti jantung, stroke, diabetes, dan kanker berkembang akibat akumulasi perilaku tidak sehat, mulai dari tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, kadar gula darah yang tidak terkontrol, hingga konsumsi lemak berlebih yang berlangsung dalam jangka panjang.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, mengatakan penyakit tidak menular bukanlah kondisi yang muncul secara tiba-tiba.
Menurutnya, faktor perilaku menjadi pemicu utama yang berperan besar dalam terbentuknya penyakit tersebut dan sebenarnya dapat dikendalikan sejak dini melalui perubahan gaya hidup.
“Penyakit tidak menular itu bukan penyakit yang datang mendadak. Faktor perilaku menjadi penyebab terbesar dan sebenarnya bisa kita kendalikan sejak awal,” ujar dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, dalam webinar perayaan Hari Gizi Nasional ke-66 tahun 2026, Kamis (5/2/2026).
Sselain itu, data pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menunjukkan bahwa PTM masuk dalam kategori penyakit katastrofik dengan beban biaya yang signifikan. Sepanjang 2019 hingga 2021, proporsi klaim PTM berada di kisaran 59–61 persen dari total pembiayaan, dengan jumlah kasus mencapai belasan juta setiap tahun.
Situasi tersebut menjadikan penyakit tidak menular sebagai beban ganda, tidak hanya bagi sistem kesehatan, tetapi juga terhadap produktivitas nasional.
Di sisi lain, permasalahan gizi di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks. Jika di satu sisi masih ditemukan kasus gizi kurang dan stunting, di sisi lain gizi lebih dan obesitas justru meningkat, terutama di wilayah perkotaan.
Perubahan pola konsumsi akibat urbanisasi, pertumbuhan ekonomi, serta kemudahan akses makanan siap saji dan ultra-proses menjadi faktor pendorong utama.
Hasil survei nasional memperlihatkan adanya peningkatan konsumsi makanan dan minuman manis, berlemak, serta tinggi garam dalam beberapa tahun terakhir. Pola ini lebih dominan pada kelompok masyarakat perkotaan dan ekonomi menengah ke atas, meski tidak sepenuhnya terikat pada status sosial ekonomi.
Siti Nadia menyebut, konsumsi gula, garam, dan lemak yang berlebihan secara langsung meningkatkan risiko hipertensi, diabetes, dan obesitas jika tidak dikendalikan.
“Konsumsi gula, garam, dan lemak yang berlebihan berkontribusi langsung terhadap hipertensi, diabetes, dan obesitas. Jika tidak dikendalikan, risikonya akan terus meningkat,” jelasnya.
Kondisi tersebut diperparah oleh perubahan perilaku akibat teknologi digital, seperti kebiasaan memesan makanan secara daring yang mengurangi aktivitas fisik sekaligus menyulitkan kontrol asupan gizi. Dalam jangka panjang, pola ini menciptakan lingkungan yang mendorong obesitas dan meningkatkan risiko PTM sejak usia muda.
Pemerintah menilai pengendalian konsumsi gula, garam, dan lemak sebagai langkah preventif yang krusial. Upaya ini mencakup edukasi masyarakat, pelabelan kandungan gizi, pembatasan iklan pangan berisiko, hingga kebijakan fiskal seperti rencana cukai minuman berpemanis.
“Pengendalian faktor risiko PTM tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan peran bersama pemerintah, industri, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” tutupnya.
#penyakit-tidak-menular #konsumsi-gula #konsumsi-garam #konsumsi-lemak #risiko-hipertensi #risiko-diabetes #risiko-obesitas #gaya-hidup-sehat #perilaku-konsumsi #pola-makan-sehat #pengendalian-ptm #edu