Pipa Gas WNTS-Pemping Diharapkan Tekan Biaya Listrik Industri Batam
Proyek pipa gas WNTS-Pemping diharapkan dapat menyediakan pasokan gas untuk pembangkit yang lebih efisien sehingga biaya listrik industri Batam dapat ditekan.
(Bisnis.Com) 10/02/26 19:41 132341
Bisnis.com, BATAM — Pembangunan pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)–Pulau Pemping oleh PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) senilai sekitar Rp1 triliun diharapkan menjadi instrumen penting untuk menekan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik dan menjaga daya saing kawasan industri Batam.
Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto mengatakan, kepastian pasokan gas domestik akan berdampak langsung pada struktur biaya pembangkitan listrik berbasis gas yang selama ini menjadi tulang punggung sistem kelistrikan Batam.
“Gas yang lebih dekat, stabil, dan berkelanjutan akan meningkatkan efisiensi pembangkitan. Ini menjadi faktor penting dalam menjaga tarif listrik tetap kompetitif bagi industri,” ujarnya di Batam, Selasa (10/2/2026).
Selama ini, sebagian pasokan gas Natuna dialirkan ke Singapura, sementara Batam masih bergantung pada skema pasokan terbatas dan biaya logistik yang lebih tinggi. Melalui pipa WNTS–Pemping, gas akan diprioritaskan untuk kebutuhan domestik dengan kapasitas awal sekitar 33 million standard cubic feet per day (MMscfd), yang kemudian meningkat hingga 111 billion British thermal unit per day (BBtud)
PLN EPI menyebutkan, seluruh volume gas tersebut dialokasikan untuk pasar domestik sehingga memberikan kepastian pasokan jangka panjang bagi pembangkit listrik di Batam dan Kepulauan Riau. Kepastian ini dinilai krusial untuk menekan volatilitas biaya energi yang kerap menjadi pertimbangan utama investor industri.
Dari sisi operasional, PLN EPI menilai pembangkit gas masih menjadi opsi paling ekonomis bagi Batam dibandingkan energi baru terbarukan. Keterbatasan potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan energi gelombang, serta kebutuhan investasi besar untuk pengembangan EBT skala industri, membuat gas menjadi solusi transisi paling rasional.
“Energi surya bisa dikembangkan, tetapi untuk beban dasar sistem kelistrikan, gas tetap yang paling efisien dan stabil. Ini berpengaruh langsung terhadap biaya listrik industri,” kata Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo.
Rizal menambahkan, proyek pipa Pemping yang sempat tertunda hampir 1 dekade kini telah mencapai progres sekitar 72%, setelah PLN EPI mendapat penugasan langsung. Dengan integrasi pasokan gas dari Wilayah Kerja Duyung, proyek ini diharapkan mulai on stream pada 2027–2028.
Sementara itu, Kepala SKK Migas DJoko Siswanto menilai realokasi gas Natuna untuk kebutuhan domestik akan memperkuat ketahanan energi sekaligus menurunkan risiko kenaikan biaya energi di kawasan industri.
“Sekitar 111 BBtud gas Natuna akan disalurkan ke PLN selama 11 tahun. Ini memberi kepastian harga dan volume, yang pada akhirnya berdampak pada stabilitas tarif listrik,” ujarnya.
Pemerintah Kota Batam juga menilai proyek ini strategis untuk menjaga daya saing investasi. Wali Kota Batam Amsakar Achmad mencatat kebutuhan listrik Batam tumbuh sekitar 15% per tahun, sejalan dengan realisasi investasi yang pada 2025 mencapai Rp69,3 triliun.
“Biaya listrik adalah komponen utama biaya produksi industri. Kepastian pasokan gas akan membantu menahan kenaikan tarif dan menjaga iklim investasi tetap kompetitif,” kata Amsakar.
#pipa-gas-west-natuna-transportation-system #pln #pln-epi #pipa-gas #batam