ATSI Titip Harapan Ini kala Pemerintah Minta Internet Lebih Cepat dan Murah

ATSI Titip Harapan Ini kala Pemerintah Minta Internet Lebih Cepat dan Murah

ATSI berharap pemerintah menyeimbangkan kebijakan agar operator dapat memenuhi tuntutan internet cepat dan murah tanpa memicu persaingan finansial berlebihan.

(Bisnis.Com) 10/02/26 21:40 132485

Bisnis.com, JAKARTA— Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menyampaikan sejumlah harapan industri kepada pemerintah di tengah tuntutan yang terus meningkat terhadap operator seluler.

Sekretaris Jenderal ATSI Merza Fachys mengatakan terdapat tiga tuntutan utama yang selama ini dibebankan kepada operator. Pertama, kualitas layanan seluler yang diukur dari kekuatan sinyal, kecepatan internet, dan kestabilan jaringan. Kedua, harga layanan yang murah. Ketiga, kewajiban menghadirkan layanan yang menjangkau seluruh wilayah dan penduduk.

“Dan ketiga-tiganya itu menjadi beban atau tugas kewajiban operator,” kata Merza dalam acara Bisnis Indonesia Forum di Kantor Bisnis Indonesia, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Menurut dia, pemenuhan tiga tuntutan tersebut memerlukan investasi besar dari operator yang utamanya bersumber dari kinerja keuangan, seperti EBITDA. Namun, pertumbuhan pendapatan industri telekomunikasi yang disebut hanya sekitar 1,1% dinilai menjadi peringatan bagi industri karena kebutuhan investasi terus meningkat di tengah pertumbuhan yang melambat.

Dalam konteks itu, dia menilai diperlukan keseimbangan baru dalam kebijakan agar operator tetap mampu berinvestasi. Salah satu titik temu yang dapat dibahas bersama pemerintah, menurut dia, adalah pengelolaan spektrum frekuensi agar tidak menjadi pemicu persaingan finansial berlebihan antaroperator.

“Oleh sebab itu, hindarkan mekanisme seleksi yang menyebabkan kami bertiga nanti saling adu kuat di bidang finansial. Nah gimana caranya? Tentu mekanisme seleksi, jangan sampai jorjoran untuk mendapatkan demi spektrum, akhirnya kuat-kuatan financial yang menjadi taruhannya,” katanya.

Merza menilai pemerintah memiliki kendali dalam proses lelang spektrum, antara lain melalui penetapan harga awal (reserve price), besaran kenaikan harga di setiap putaran, serta jumlah putaran lelang.

Dia juga menyoroti pentingnya distribusi spektrum yang lebih merata karena berdampak langsung terhadap efisiensi biaya investasi operator.

Selain itu, dia menilai penerimaan negara dari sektor telekomunikasi tidak hanya berasal dari PNBP spektrum, tetapi juga dari pajak yang timbul dari peningkatan layanan kepada pelanggan.

Merza juga menyinggung kekhawatiran munculnya prasangka negatif apabila ada pembahasan terkait pemerataan spektrum di antara tiga operator seluler yang ada saat ini. Oleh sebab itu, dia mendorong adanya diskusi terbuka antara pemerintah, regulator, operator, dan lembaga pengawas agar kebijakan yang diambil dipahami sebagai upaya menyehatkan industri.

“Bahwa pembagian spektrum secara merata ini tidak untuk kepentingan laba industri, tapi untuk kepentingan bagaimana ini bisa menumbuhkan industri ini jauh lebih sehat,” katanya.

Meski demikian, Merza menegaskan ATSI tidak meminta perubahan mekanisme lelang. Menurut dia, lelang tetap merupakan mekanisme yang transparan dan mudah dikontrol. Namun, dia berharap mekanisme di dalam lelang dapat dibahas bersama agar tidak memicu biaya tinggi dan dominasi spektrum pada satu operator.

#internet-cepat #internet-murah #operator-seluler #kualitas-layanan-seluler #kecepatan-internet #kestabilan-jaringan #harga-layanan-murah #investasi-operator #spektrum-frekuensi #lelang-spektrum #distr

https://teknologi.bisnis.com/read/20260210/101/1951857/atsi-titip-harapan-ini-kala-pemerintah-minta-internet-lebih-cepat-dan-murah