Solusi Utang Whoosh di Depan Mata, Awal Manis Proyek Kereta Cepat Jakarta–Surabaya?
Pemerintah temukan solusi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, membuka peluang ekspansi ke Surabaya. Restrukturisasi keuangan jadi prioritas.
(Bisnis.Com) 11/02/26 10:00 132906
Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mulai menemukan titik terang dalam penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh. Di tengah upaya restrukturisasi tersebut, wacana perpanjangan jalur hingga Surabaya kembali mengemuka, meski realisasinya masih membutuhkan waktu.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa pembayaran utang Whoosh tidak menjadi persoalan besar bagi pemerintah.
“Pokoknya enggak ada masalah, karena itu kita bayar [utang Whoosh] mungkin Rp1,2 triliun per tahun,” kata Prabowo kepada wartawan.
Beban utang proyek KCJB tercatat mencapai Rp116 triliun. Karena itu, pemerintah kini mematangkan skema penyelesaian agar tidak membebani fiskal negara dalam jangka panjang.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, progres pembahasan terbaru dilakukan dalam rapat di Danantara dan kini memasuki tahap finalisasi.
“Kemarin laporan terakhir rapat di Danantara, jadi masih ada finalisasi dan sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara,” kata Prasetyo di Stasiun Gambir, Selasa (10/2/2026).
Namun demikian, pemerintah belum memastikan apakah pelunasan utang akan mulai direalisasikan tahun ini. Skema pembayaran direncanakan menggunakan dana APBN.
Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin memastikan bahwa secara prinsip persoalan tersebut telah menemukan jalan keluar.
“Sudah, sudah beres kan? Waktu itu Presiden sudah bilang. Sudah, sudah beres,” ujar Bobby.
Ia menambahkan bahwa saat ini pemerintah tengah merumuskan tata laksana teknis pembayaran utang tersebut.
“Tata laksananya lagi dibicarakan pemerintah, sedang dirumuskan. Pokoknya sudah beres, selesai,” katanya.
Restrukturisasi Jadi Syarat Ekspansi ke Surabaya
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan penyehatan struktur keuangan proyek sebelum berbicara lebih jauh soal ekspansi jalur.
“Intinya kita ingin terus cari solusi yang terbaik, ini masih butuh proses, butuh waktu dan kita tentu akan berkomunikasi dengan pihak Tiongkok,” ujar AHY saat ditemui di sela agenda Indonesia Economic Summit, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, restrukturisasi keuangan KCIC menjadi fondasi penting. Tanpa fundamental yang kuat, rencana perpanjangan hingga Surabaya berisiko menghadapi kendala besar.
“Semangatnya semua adalah mencari solusi. Kita ingin pastikan proyek yang besar dan juga strategis itu bisa terus eksis dan berjalan bahkan semakin maju karena juga banyak yang berharap, selain sampai dengan Bandung harapannya bisa terus sampai dengan katakanlah Surabaya, Jawa Timur,” lanjutnya.
AHY menegaskan pemerintah saat ini fokus menyelesaikan restrukturisasi sebelum melangkah ke tahap pengembangan lanjutan.
Di tengah proses tersebut, kinerja operasional Whoosh menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari–Desember 2025, Whoosh melayani 6,2 juta penumpang dengan tingkat ketepatan waktu keberangkatan mencapai 99,04%.
PT KCIC juga mencatat gangguan eksternal masih menjadi tantangan, terutama layang-layang yang tersangkut di jaringan listrik aliran atas (OCS).
“Bermain layang-layang di dekat jalur Whoosh dapat membahayakan perjalanan kereta, merusak infrastruktur kelistrikan, dan mengganggu ribuan penumpang,” ujar General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa.
Lebih lanjut, AHY juga pernah menyatakan bahwa tanpa fundamental keuangan yang kokoh pada penyelesaian utang KCJB, ambisi ekspansi jalur hingga ke Jawa Timur dikhawatirkan akan menemui hambatan besar.
"Semangatnya semua adalah mencari solusi. Kita ingin pastikan proyek yang besar dan juga strategis itu bisa terus eksis dan berjalan bahkan semakin maju karena juga banyak yang berharap, selain sampai dengan Bandung harapannya bisa terus sampai dengan katakanlah Surabaya, Jawa Timur," lanjutnya.
Apabila terwujud, kehadiran jalur kereta cepat hingga Surabaya diyakini akan menjadi faktor pembeda (game changer) dalam peta konektivitas nasional. Pemerintah menargetkan integrasi moda ini mampu memicu pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru di luar wilayah metropolitan Jakarta.
#kereta-cepat #utang-whoosh #proyek-kcjb #kereta-cepat-jakarta-bandung #kereta-cepat-jakarta-surabaya #restrukturisasi-utang #pembayaran-utang-whoosh #ekspansi-kereta-cepat #proyek-kereta-cepat #kcic-r