Jateng Dorong Modernisasi dan Pemulihan Lahan Pertanian

Jateng Dorong Modernisasi dan Pemulihan Lahan Pertanian

Jawa Tengah dorong modernisasi pertanian dengan Biochar dan irigasi cerdas untuk tingkatkan produktivitas dan tarik minat petani milenial.

(Bisnis.Com) 12/02/26 09:22 134111

Bisnis.com, SEMARANG - Jawa Tengah mendorong modernisasi pertanian serta praktik Climate Smart Agriculture (CSA) di kalangan petani. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk inovasi untuk mendongkrak produktivitas sektor pertanian yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi di Jawa Tengah.

Langkah awal yang menjadi sorotan adalah upaya pemulihan kesuburan tanah melalui penggunaan Biochar. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares menjelaskan bahwa penggunaan Biochar menjadi solusi atas ketergantungan pada pupuk kimia yang selama ini berisiko merusak unsur hara.

"Kalau di dalam tanah itu kebanyakan bahan kimia yang merusak dan sebagainya, maka ini diserap oleh Biochar itu, dia melepaskan ketika yang hanya dibutuhkan saja," jelasnya, dikutip Rabu (11/2/2026).
Frans, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa efisiensi nutrisi menjadi kunci utama dalam menekan biaya input produksi petani. Meski menjanjikan, pihaknya masih melakukan pengamatan mendalam terkait dampak ekonomi jangka panjang dari penggunaan Biochar ini.

Pengujian yang baru berjalan 2 bulan dinilai belum cukup untuk menyimpulkan potensi hasil produksi secara tahunan. Pasalnya, target peningkatan Indeks Pertanaman (IP) di Jawa Tengah diarahkan pada IP300 atau 3 kali masa tanam dalam 1 tahun.

"Memang ini sebenarnya sebuah penelitian yang bagus, cuma yang dilakukan kan baru 2 bulan, sehingga kita belum melihat dampak jangka panjang daripada penerapan Biochar itu bagaimana kepada hasil produksi pertanian. Paling-paling kalau kita IP300, artinya kita tanam dalam 1 tahun kan tanam 3 kali. Nah itu tadi yang diukur baru tanam 1 kali. Masih ada 2 kali musim tanam yang harus diukur efektivitas daripada Biochar itu terhadap tanaman," ujar Frans.

Selain nutrisi lahan, manajemen air melalui rehabilitasi jaringan irigasi menjadi pilar kedua dalam meningkatkan produktivitas. Frans mendorong penggunaan sistem irigasi tetes untuk memastikan efisiensi air yang maksimal langsung ke akar tanaman.

Sistem ini dianggap sebagai bagian dari ekosistem smart farming yang mampu mengurangi pemborosan sumber daya sekaligus menjamin ketersediaan air di tengah ketidakpastian iklim.

Transformasi teknologi ini tidak hanya bertujuan teknis, tetapi juga memiliki misi ekonomi strategis untuk menarik minat petani milenial. Frans melihat adanya pergeseran tren di mana generasi muda mulai melirik sektor pertanian berkat adanya modernisasi.

Dengan sistem yang lebih bersih dan berbasis teknologi, pertanian tidak lagi dianggap sebagai pekerjaan fisik yang melelahkan, melainkan bisnis berbasis inovasi.

Penggunaan alat modern seperti drone untuk pemupukan dan sensor tanah dipandang sebagai magnet utama bagi kaum muda. Modernisasi dari hulu hingga hilir ini diharapkan dapat mempercepat regenerasi petani di Jawa Tengah yang pada akhirnya akan menjaga stabilitas pasokan pangan dan pertumbuhan ekonomi perdesaan secara berkelanjutan.

"Saya lebih fokus kepada petani milenial, karena ini kan modelnya sudah smart farm ya. Petani milenial itu ada kecenderungan saya melihat di Jawa Tengah bahwa mereka lebih tertarik dengan smart farm, karena mungkin mereka punya pandangan bahwa kalau petani konvensional kan harus masuk lumpur dan segala macam, ini sistemnya sudah kerja bersih dan sebagainya, memanfaatkan teknologi di samping modernisasi yang sudah kita terapkan," pungkas Frans.

#modernisasi-pertanian #pemulihan-lahan #jawa-tengah-pertanian #climate-smart-agriculture #penggunaan-biochar #efisiensi-nutrisi #indeks-pertanaman-ip300 #manajemen-air-irigasi #sistem-irigasi-tetes #s

https://semarang.bisnis.com/read/20260212/535/1952302/jateng-dorong-modernisasi-dan-pemulihan-lahan-pertanian