Jadi Puncak Imlek, Ini Sejarah dan Tradisi Cap Go Meh di Indonesia

Jadi Puncak Imlek, Ini Sejarah dan Tradisi Cap Go Meh di Indonesia

Cap Go Meh, puncak perayaan Imlek, dirayakan pada 3 Maret 2026 di Indonesia. Tradisi ini melibatkan kirab tatung, bersih-bersih rumah, berbagi angpao, dan festival lampion.

(Bisnis.Com) 12/02/26 15:14 134585

Bisnis.com, JAKARTA - Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili semakin dekat. Puncak rangkaian perayaan ini juga akan ditandai dengan Cap Go Meh, yang dirayakan pada malam ke-15 bulan pertama dalam penanggalan Tionghoa.

Merujuk Indonesia Travel Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Cap Go Meh berakar dari ritual penghormatan kepada Dewa Thai Yi pada masa Dinasti Han, sekitar abad ke-17.

Awalnya tradisi Cap Go Meh bersifat sakral dan tertutup. Namun seiring waktu tradisi ini kemudian juga berkembang menjadi festival terbuka yang dirayakan luas, termasuk di Indonesia.

Tahun ini, Imlek jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Artinya, Cap Go Meh akan diperingati pada 3 Maret 2026, sekaligus menjadi penutup resmi rangkaian Tahun Baru bagi masyarakat Tionghoa.

Perayaan Cap Go Meh 2026 juga bertepatan dengan Tahun Kuda Api, yang dalam kepercayaan Tionghoa melambangkan energi, keberanian, dan dinamika baru, lewat elemen api yang merepresentasikan semangat yang menyala.

Tradisi dan Akulturasi di Indonesia

Di Indonesia, Cap Go Meh mengalami akulturasi dengan budaya lokal. Di sejumlah kota seperti Singkawang dan Pontianak, perayaan ini juga diwarnai kirab tatung, atraksi spiritual yang menjadi daya tarik wisata.

Di berbagai daerah lain, umat juga memadati klenteng dan wihara untuk sembahyang, diikuti arak-arakan rupang dewa ke jalanan. Selain kirab, sejumlah tradisi berikut juga masih dijalankan hingga kini:

1. Bersih-bersih rumah

Tradisi ini dilakukan menjelang Imlek sebagai simbol membuang sial dan membuka ruang bagi keberuntungan baru. Setelahnya, rumah dihias ornamen merah dan lampion sebagai penanda sukacita.

2. Berbagi angpao

Angpao dibagikan oleh mereka yang telah menikah kepada anak-anak atau yang belum berkeluarga. Nominalnya dihindari mengandung angka 4 karena diasosiasikan dengan kematian, serta tidak diberikan dalam jumlah ganjil yang identik dengan suasana duka.

3. Menyantap tangyuan

Cap Go Meh identik dengan tangyuan, bola ketan isi wijen atau kacang merah dalam kuah manis. Bentuknya yang bulat melambangkan keutuhan dan keharmonisan keluarga.

4. Lampion dan festival cahaya

Di sejumlah daerah, Cap Go Meh juga dikenal sebagai Festival Lampion. Lampu-lampu merah dinyalakan sebagai simbol harapan dan penerang jalan di tahun baru.

5. Barongsai dan liong

Atraksi barongsai dan tari naga (liong) tampil sepanjang rangkaian Imlek hingga Cap Go Meh. Gerakannya yang dinamis dipercaya membawa keberuntungan dan mengusir energi negatif.

6. Kembang api dan petasan

Tradisi ini berakar dari legenda monster Nian yang konon takut pada suara keras dan warna merah. Hingga kini, kembang api menjadi simbol penolak bala sekaligus penanda kemeriahan malam puncak.

#cap-go-meh #sejarah-cap-go-meh #tradisi-cap-go-meh #cap-go-meh-indonesia #imlek-2026 #tahun-kuda-api #festival-cap-go-meh #kirab-tatung #atraksi-spiritual #sembahyang-klenteng #berbagi-angpao #menyant

https://www.bisnis.com/read/20260212/638/1952440/jadi-puncak-imlek-ini-sejarah-dan-tradisi-cap-go-meh-di-indonesia