Lelang SUN Hari Ini (18/2) Diproyeksi Himpun Penawaran hingga Rp85 Triliun

Lelang SUN Hari Ini (18/2) Diproyeksi Himpun Penawaran hingga Rp85 Triliun

Lelang SUN Indonesia hari ini diproyeksikan menarik penawaran hingga Rp85 triliun dengan target indikatif Rp33 triliun. Yield SUN 5 dan 10 tahun menurun.

(Bisnis.Com) 18/02/26 10:04 139236

Bisnis.com, JAKARTA — Lelang Surat Utang Negara (SUN) pada hari ini, Rabu (18/02/2026), diperkirakan menghimpun penawaran masuk (incoming bids) investor hingga Rp85 triliun.

Pada hari ini, pemerintah Indonesia akan melaksanakan lelang SUN dengan target indikatif sebesar Rp33 triliun dan target maksimal 150% dari target indikatif.

Adapun sebanyak sembilan seri SUN yang akan dilelang adalah seri SPN01260322 (New Issuance), SPN03260521 (New Issuance), SPN12270204 (Reopening), seri FR0109, FR0108, FR0106, FR0107, FR0102, dan FR0105.

Dalam lelang SUN sebelumnya pada 3 Februari 2026, total incoming bids investor mencapai Rp76,6 triliun dengan nilai yang dimenangkan Rp36 triliun.

“Menilai situasi pasar terkini, kami memperkirakan total incoming bid pada lelang hari ini akan berada di kisaran Rp65 triliun-Rp85 triliun,” paparnya dalam riset, Rabu (18/2/2026).

Berdasarkan data PHEI, yield SUN Benchmark 5-tahun (FR0109) turun sebesar 4 basis poin (bps) ke level 5,67%, sedangkan yield SUN Benchmark 10-tahun (FR0108) turun sebesar 4 bps ke level 6,38%. Berdasarkan data Bloomberg, yield curve SUN 10-tahun (GIDN10YR) juga turun sebesar 2 bps menjadi 6,40%.

Amir mengatakan BNI Sekuritas mengantisipasi peningkatan volatilitas harga dan yield Surat Berharga Negara (SBN) berdenominasi rupiah.

“Kami memproyeksikan weekly range untuk yield SUN 10-tahun pada periode 18–20 Februari 2026 di kisaran 6,19%-6,44%.”

Berdasarkan valuasi yield curve, BNI Sekuritas memperkirakan bahwa obligasi berikut akan menarik bagi para investor, yaitu FR0096, FR0100, FR0103, FR0108, FR0098, FR0106.

Di sisi perdagangan obligasi, BNI Sekuritas mencatat volume transaksi SBN secara outright traded tercatat sebesar Rp24,7 triliun di hari Jumat, lebih rendah dari volume transaksi di hari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp26,3 triliun.

FR0109 dan FR0090 menjadi dua seri teraktif di pasar sekunder, dengan volume transaksi masing-masing sebesar Rp3,8 triliun dan Rp2,5 triliun. Sementara itu, volume transaksi obligasi korporasi secara outright tercatat sebesar Rp4,5 triliun.

Investor asing mencatatkan jual neto di pasar saham sebesar Rp3,4 triliun pada periode 9–12 Februari 2026. Di pasar Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk periode yang sama investor asing mencatatkan beli neto transaksi sebesar Rp14,2 triliun.

Sementara itu di pasar SBN, investor asing mencatatkan jual neto sebesar Rp7,5 triliun pada periode 9-11 Februari 2026. Dengan demikian, secara agregat total net flow investor asing pada periode 9–12 Februari 2026 diperkirakan beli neto sebesar Rp3,2 triliun.

Secara kumulatif sejak awal tahun 2026 atau year-to-date, investor asing mencatatkan jual neto sebesar Rp14,5 triliun di pasar saham, beli neto sebesar Rp4,2 triliun di pasar SBN, serta beli neto sebesar Rp27,94 triliun di pasar SRBI.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual obligasi. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#lelang-sun #surat-utang-negara #penawaran-investor #target-indikatif #yield-sun #yield-curve #obligasi-menarik #volume-transaksi-sbn #investor-asing #jual-neto #beli-neto #pasar-sekunder #volatilitas

https://market.bisnis.com/read/20260218/92/1953575/lelang-sun-hari-ini-182-diproyeksi-himpun-penawaran-hingga-rp85-triliun