Perlindungan Lansia jadi Fokus Haji 2026 melalui Istithaah Kesehatan dan Skema Tanazul–Murur
Pemerintah fokus melindungi lansia dan jemaah risiko tinggi pada Haji 2026 dengan memperkuat istithaah kesehatan dan skema Tanazul-Murur untuk keselamatan.
(Bisnis.Com) 18/02/26 11:24 139356
Bisnis.com, JAKARTA — Penguatan istithaah kesehatan serta optimalisasi skema Tanazul dan Murur dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah menjadi wujud komitmen dalam melindungi jemaah lanjut usia (lansia) dan jemaah risiko tinggi (risti).
Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menjelaskan bahwa perlindungan jemaah haji, khususnya lansia dan risti, adalah prioritas utama pemerintah dalam penyelenggaraan haji tahun ini, yang juga penyelenggaraan haji pertama di bawah naungan Kementerian Haji dan Umrah.
Pemerintah memperketat skrining kesehatan, pengawasan komorbid, serta edukasi kebugaran bagi calon jemaah. Pendekatan preventif bertujuan menekan angka jemaah risiko tinggi sebelum keberangkatan.
Perlindungan tersebut harus dimulai sejak tahap persiapan di Tanah Air melalui penguatan istithaah kesehatan, bukan sekadar sebagai syarat administratif, tetapi sebagai instrumen keselamatan. Menurut Irfan, pemerintah akan memastikan bahwa hanya jemaah yang memenuhi syarat atau istithaah kesehatan yang dapat terbang ke Tanah Suci.
"Istithaah kesehatan adalah fondasi utama. Kita ingin memastikan jemaah yang berangkat benar-benar siap secara fisik, terkontrol penyakit penyertanya, serta memahami risiko perjalanan ibadah," ujar Gus Irfan dalam forum Saudi–Indonesian Umrah Co.Exchange di Makkah, Arab Saudi, dikutip dari keterangan resmi pada Rabu (18/02/2026).
Di Arab Saudi, penguatan kesehatan dilanjutkan melalui manajemen mobilitas jemaah pada fase puncak ibadah. Indonesia menekankan optimalisasi skema Murur dan Tanazul sebagai langkah strategis menekan kelelahan ekstrem dan kepadatan.
Skema Murur memungkinkan lansia dan jemaah risti melintas di Muzdalifah tanpa turun dari bus, sehingga mengurangi beban fisik dan risiko gangguan kesehatan.
Sementara skema Tanazul memberi opsi sebagian jemaah kembali lebih awal ke hotel setelah melontar jumrah guna mengurangi kepadatan tenda Mina.
"Murur dan Tanazul bukan hanya solusi teknis, tetapi bentuk keberpihakan pada jemaah rentan. Prinsipnya, ibadah harus sah sekaligus aman dan manusiawi," ujar Menhaj.
Sebagai upaya penguatan, Indonesia juga mengusulkan kesiapsiagaan dukungan medis di jalur menuju Jamarat guna mempercepat respons dalam kondisi darurat saat puncak lempar jumrah.
"Kita ingin menggeser pendekatan dari reaktif menjadi preventif. Jangan menunggu jemaah sakit, tetapi pastikan mereka tetap sehat selama menjalankan ibadah," ujar Gus Irfan.
Melalui penguatan istithaah kesehatan, optimalisasi skema Tanazul–Murur, serta koordinasi kesehatan lintas negara, Indonesia optimistis penyelenggaraan Haji 1447 H akan berlangsung lebih tertib, aman, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan jemaah.
#haji-2026 #perlindungan-lansia #istithaah-kesehatan #skema-tanazul #skema-murur #jemaah-risiko-tinggi #penyelenggaraan-haji #kesehatan-jemaah #menteri-haji-umrah #skrining-kesehatan #pengawasan-komorb