Realitas 5G di Indonesia: Jaringan Belum Stabil, Tiba-Tiba Pindah ke 4G
Pengguna 5G di Indonesia mengeluhkan jaringan yang belum stabil, sering berpindah ke 4G. Infrastruktur berkembang, namun cakupan dan stabilitas masih jadi kendala.
(Bisnis.Com) 19/02/26 10:45 140469
Bisnis.com, JAKARTA — Pengguna mengeluhkan jaringan 5G di Indonesia yang belum stabil. Terkadang mereka terhubung ke teknologi baru tersebut, secara mengejutkan tiba-tiba melompat ke jaringan 4G.
Sejalan dengan ekspansi infrastruktur tersebut, pengalaman di tingkat konsumen menunjukkan dinamika yang beragam. Salah satu pengguna layanan 5G yang berdomisili di Tangerang, Dhinkis (22), mengakui memang adanya perbedaan kecepatan yang signifikan antara jaringan 4G dan 5G tersebut.
Menurutnya, lompatan performa paling terasa saat melakukan aktivitas dengan kebutuhan latensi rendah, seperti bermain gim daring (online game). Stabilitas ping menjadi indikator utama kepuasan pengguna di segmen ini.
"Kalau tidak pakai 5G, ping saat main gim bisa langsung naik ke angka 160 hingga 299 ms," ujar Dhinkis kepada Bisnis, dikutip Senin (16/2/2026).
Kendati menawarkan kecepatan tinggi, Dhinkis menyoroti masalah stabilitas yang masih menjadi kendala utama. Dia mengeluhkan seringnya terjadi perpindahan jaringan yang kasar dari 5G ke 4G, hal ini justru memutus koneksi sesaat dan mengganggu kenyamanan.
Kondisi tersebut membuatnya lebih memilih menggunakan koneksi 4G saat di luar. Jangkauan yang belum terlalu merata membuatnya lebih memilih bertahan di jaringan 4Guntuk saat ini.
"Hanya dipakai buat streaming lagu di Spotify. Itu pun 5G tidak merata di Jabodetabek, jadi kalau di luar ruangan lebih sering dapat 4G+," tambahnya.
Selain itu, dia juga menilai biaya paket data dan harga perangkat 5G saat ini belum sebanding (worth it) dengan cakupan area yang belum merata.
Sebelumnya, persaingan penggelaran jaringan 5G berjalan lebih agresif pada 2025 dibandingkan dengan 2024. PT Indosat Tbk. (ISAT) mencatatkan lompatan penggelaran 5G yang signifikan, bahkan melampaui PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).
Sementara itu, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) mengklaim telah menyelimuti (blanket coverage) 33 kota dengan jaringan 5G. Rencananya, pada tahun ini perusahaan akan menggelar 5G di 88 kota.
Berdasarkan laporan info memo, dikutip Selasa (17/2/2026), PT Indosat Tbk. (ISAT) mengoperasikan 6.872 unit Base Transceiver Station (BTS) 5G sepanjang 2025. Jumlah itu meningkat tajam dari 2024 yang hanya tercatat 107 unit BTS 5G. Selain 5G, Indosat juga memperkuat jaringan 4G dengan menambah sekitar 18.000 BTS baru sepanjang tahun lalu.
Sementara itu, Telkomsel juga mencatatkan lonjakan signifikan BTS 5G dari sekitar 975 BTS 5G pada akhir 2024 menjadi 5.300 BTS 5G pada akhir 2025.
Adapun XLSMART bakal menghadirkan jaringan XL Ultra 5G+ di 88 kota pada tahun ini. XLSMART ingin masyarakat merasakan layanan 5G yang sesungguhnya.
#5g-indonesia #jaringan-5g #5g-belum-stabil #pindah-ke-4g #4g-vs-5g #kecepatan-5g #stabilitas-5g #ping-5g #5g-gaming #5g-streaming #5g-jabodetabek #biaya-5g #perangkat-5g #cakupan-5g #5g-bts