Biaya Listrik di Kawasan Timur Lebih Mahal 20 Kali Lipat, Ini Strategi Pemerintah
Pemerintah Indonesia mengembangkan EBT di kawasan timur untuk menurunkan biaya listrik yang 20 kali lebih mahal dibandingkan Jawa, dengan fokus pada fotovoltaik dan investasi swasta.
(Bisnis.Com) 24/10/25 08:14 14098
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengembangkan penggunaan EBT seperti fotovoltaik merespons tingginya harga listrik di wilayah timur Indonesia.
Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan pemerintah juga menyoroti tingginya biaya listrik berbasis diesel di kawasan timur Indonesia, yang disebut bisa mencapai 20 kali lipat lebih mahal dibandingkan wilayah Jawa.
Besarnya beban subsidi untuk bahan bakar diesel mendorong pemerintah mempercepat upaya pengurangan ketergantungan pada pembangkit listrik tenaga diesel.
Menurutnya dengan penggunaan EBT seperti fotovoltaik dapat dibangun di wilayah timur, harga listrik bisa jauh lebih rendah.
"Sekarang kami sedang mengembangkan sistem hybrid antara fotovoltaik dengan baterai untuk mendukung proses dedieselisasi itu,” ujarnya kepada Bisnis dikutip, Kamis (23/10/2025).
Dia menyampaikan pemerintah menyiapkan langkah strategis untuk mempercepat transisi energi baru terbarukan (EBT) dalam satu dekade ke depan, dengan fokus utama pengembangan di kawasan Indonesia Timur. Langkah ini sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 62,5 gigawatt (GW), di mana 70% di antaranya berasal dari energi bersih
Porsi besar dalam rencana ekspansi tersebut akan melibatkan investasi swasta, bukan hanya dari pendanaan negara atau PLN.
“Investasinya itu 70% nya adalah IPP atau Independent Power Producer, jadi berasal dari mitra-mitra swasta,” imbuhnya.
Menurutnya selain potensi tenaga surya, kawasan timur Indonesia juga dinilai memiliki intensitas radiasi matahari tertinggi, serta potensi besar untuk pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), baik skala kecil, menengah, maupun besar.
Oleh karena itu, pemerintah menilai akselerasi EBT dapat dimulai dari kawasan timur Indonesia.
Menurutnya dengan kehadiran entitas seperti Danantara pasti telah menyiapkan strategi investasi untuk berpartisipasi dalam program ini, baik melalui kemitraan strategis maupun investasi langsung.
Bentuk kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat realisasi proyek-proyek energi hijau di berbagai wilayah, sekaligus mendukung target bauran EBT nasional yang lebih ambisius dalam 10 tahun mendatang.
#biaya-listrik #listrik-kawasan-timur #harga-listrik-mahal #ebt-fotovoltaik #diesel-kawasan-timur #subsidi-bahan-bakar #dedieselisasi #transisi-energi-baru #energi-terbarukan-indonesia #ruptl-pln #inve