Psikolog Ungkap Cara Tepat Menangani Night Terror pada Anak

Psikolog Ungkap Cara Tepat Menangani Night Terror pada Anak

Psikolog Rose Mini ungkap cara tangani night terror pada anak: tetap tenang, dampingi, dan hindari membangunkan paksa. Ciptakan rutinitas tidur yang menenangkan.

(Bisnis.Com) 24/02/26 12:45 145582

Bisnis.com, JAKARTA - Psikolog Anak dan Keluarga dari Universitas Indonesia, Rose Mini, mengatakan night terror merupakan gangguan tidur parasomnia umum, terutama pada anak-anak, yang ditandai dengan kepanikan ekstrem, menjerit, atau meronta-ronta saat tidur.

Rose menyebut kondisi ini umumnya terjadi pada anak-anak, meskipun dalam beberapa kasus juga dapat dialami oleh orang dewasa. Fase night terror biasanya muncul setelah anak tidur selama beberapa jam, ketika anak belum benar-benar berada dalam fase tidur yang lelap.

Saat fase night terror muncul, anak akan merasakan takut atau kecemasan secara mendadak. Gejalanya dapat berupa detak jantung yang meningkat, keringat berlebih, teriakan atau tangisan, serta perilaku gelisah yang tampak intens.

"Night terror dapat terjadi pada anak yang sedang demam atau memiliki kondisi penyakit tertentu. Selain itu, faktor ketakutan dan kondisi psikologis, seperti baru saja dimarahi atau mengalami tekanan emosional, juga dapat menjadi pemicu," katanya.

Menurut Rose, orang tua tidak perlu merasa khawatir secara berlebihan ketika anak mengalami night terror. Menurutnya, dalam banyak kasus, kondisi tersebut cenderung membaik dengan sendirinya seiring pertambahan usia anak.

Dia juga menjelaskan bahwa anak yang mengalami night terror mungkin memiliki kerentanan terhadap kecemasan. Akan tetapi, kondisi ini tidak serta-merta berdampak langsung pada gangguan kesehatan mental. Jika mengalami hal ini, orang tua hanya perlu tetap melakukan pemantauan perkembangan anak secara menyeluruh dan berkelanjutan.

"Namun, jika kejadian ini muncul berulang kali, tidak menunjukkan perbaikan atau justru semakin berat, sebaiknya orang tua berkonsultasi dengan psikiater, psikolog, atau dokter yang berkompeten," katanya.

Di luar itu, terdapat sejumlah langkah yang perlu diperhatikan ketika anak mengalami night terror. Pada kondisi ini, orang tua perlu tahu bahwa anak sebenarnya berada dalam keadaan tidak sepenuhnya sadar. Kondisi ini, mirip dengan fenomena tidur berjalan.

Penangannya pun mirip, yakni sebaiknya tidak berusaha untuk membangunkannya secara paksa atau dengan cara mengagetkan. Orang tua justru disarankan tetap bersikap tenang dan mendampingi anak hingga episode mereda.

Apabila anak tampak meronta atau gelisah, cukup sentuh atau pegang tangannya secara lembut guna memastikan keselamatannya, lalu jauhkan dari potensi benda berbahaya. Hindari juga memeluk atau menahan tubuh anak secara berlebihan karena tindakan tersebut dapat meningkatkan ketidaknyamanan.

Sebagai langkah pencegahan, Rose menyarankan orang tua untuk menciptakan rutinitas tidur yang konsisten dan suasana yang menenangkan sebelum anak beristirahat. Aktivitas yang bersifat terlalu stimulatif, seperti bermain secara berlebihan, melompat-lompat, menonton tayangan bernuansa menegangkan, maupun situasi yang memicu kemarahan dan tangisan, sebaiknya dihindari menjelang tidur.

Sebaliknya, orang tua dapat menciptakan rutinitas yang lebih menenangkan, misalnya dengan membacakan cerita, menyanyikan lagu lembut, atau memberikan sentuhan ringan agar anak merasa nyaman. Yang terpenting, katanya, anak merasakan kehadiran dan dukungan orang tua sehingga memasuki waktu tidur tanpa rasa cemas.

#night-terror #gangguan-tidur #psikolog-anak #parasomnia #anak-anak #tidur-lelap #kecemasan-mendadak #gejala-night-terror #pemicu-night-terror #konsultasi-psikolog #penanganan-night-terror #rutinitas-t

https://lifestyle.bisnis.com/read/20260224/106/1955031/psikolog-ungkap-cara-tepat-menangani-night-terror-pada-anak