Mendag Akan Temui Mendes soal Alfamart-Indomart Disetop Jika Ada Kopdes

Mendag Akan Temui Mendes soal Alfamart-Indomart Disetop Jika Ada Kopdes

Mendag Budi Santoso akan menemui Mendes PDT Yandri Susanto untuk mengklarifikasi permintaan penghentian ekspansi Alfamart dan Indomaret demi Kopdes Merah Putih.

(Kompas.com) 24/02/26 21:08 146171

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan akan meminta penjelasan terkait permintaan agar ekspansi bisnis Alfamart dan Indomaret disetop jika Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih sudah beroperasi.

Pernyataan itu sebelumnya disampaikan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto dalam rapat dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, 12 November 2025 lalu.

Budi berencana menemui Yandri guna meminta penjelasan terkait pernyataannya tahun lalu yang hari ini kembali disorot.

“Saya, saya rencananya ketemu Pak Mendes ya. Saya belum tahu maksudnya seperti apa sebenarnya,” kata Busan saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (24/2/2025).

Ia mengaku telah membuat janji bertemu dengan Yandri namun belum terlaksana.

Dalam pertemuan itu nantinya ia bakal meminta penjelasan terkait permintaan agar ekspansi dua raksasa retail Indonesia menghentikan ekspansinya.

“Saya dengan Pak Mendes kemarin tadi memang mau janjian ada acara lain sekalian saya mau nanya itu seperti apa maksudnya ya,” tutur Busan.

Direktur Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan penyebaran toko retail modern sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tentang Perdagangan maupun Undang-Undang tentang Perdagangan.

Menurutnya, kebanyakan toko retail modern menyebar di perkotaan, sementara koperasi desa di wilayah rural.

“Jadi sampai sekarang kita masih jarang sekali menemukan retail modern yang berjejaring, itu ada di desa-desa. Jadi saya pikir enggak ada masalah, justru kita malah meng-encourage kemitraan antara koperasi dengan retail modern,” kata Iqbal.

Iqbal juga melihat keberadaan Kopdes Merah Putih dan retail modern telah memiliki pangsa pasar masing-masing.

Koperasi menampung produk masyarakat setempat sementara toko retail modern menampung produk industri. “Pasarnya sudah ada masing-masing,” ujar Iqbal.

Retail modern itu kan mungkin 80-90 persen itu yang mereka jual kan produk-produk yang dihasilkan oleh pabrikannya,” tambahnya.

Sebagai informasi, dalam rapat di DPR RI itu, Yandri menyatakan sangat setuju jika ekspansi bisnis Kopdes Merah Putih disetop.

Yandri menyatakan, pemerintah harus berpihak ke masyarakat desa dan menghentikan laku perkembangan retail modern.

Minimarket itu, kata dia, dinilai sudah merajalela dan bisa mengancam Kopdes Merah Putih.

“Saya setuju Kopdes jalan, Alfamart cukup sampai di situ, sudah 20.000 lebih Alfamart dan Indomaret. Dan luar biasa itu merajalelanya, dia lagi, dia lagi, dia lagi. Betul itu. Kekayaannya sudah terlalu menurut saya untuk Republik ini,” kata Yandri.

Mengutip Antara, Menteri Koperasi Ferry Juliantono berpendapat lain.

Ia menyatakan pemerintah tidak bermaksud menghentikan ekspansi jaringan Alfamart dan Indomaret.

Ia memandang, pasar di desa tidak didominasi retail modern karena sudah terdapat Kopdes Merah Putih.

“Iya sebaiknya desa jangan Alfamart dan Indomaret karena sudah ada Kopdes, karena biar uang itu berputar di desa tidak ke pemilik saham yang di Jakarta,” katanya di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#koperasi-desa #alfamart-indomaret #ekspansi-retail #mendag-mendes

https://money.kompas.com/read/2026/02/24/210800226/mendag-akan-temui-mendes-soal-alfamart-indomart-disetop-jika-ada-kopdes