Rupiah Ditutup Melemah Sentuh Level Rp16.787, Dolar AS Juga Loyo
Rupiah ditutup melemah ke Rp16.787 per dolar AS akibat sentimen global dan domestik, termasuk konflik AS-Iran dan kebijakan dagang AS.
(Bisnis.Com) 27/02/26 15:41 149541
Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (27/2/2026). Rupiah tertekan oleh sejumlah sentimen yang datang dari global dan domestik, membuatnya diprediksi akan melanjutkan pelemahan di perdagangan awal pekan depan.
Melansir Bloomberg, rupiah melemah 0,17% atau 28 poin ke Rp16.787 per dolar AS. Di saat yang sama, indeks dolar AS melemah 0,14% ke 97,65.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen yang menyertai pelaku pasar keuangan adalah perkembangan konflik geopolitik Amerika Serikat (AS) dan Iran.
"Ketidakpastian yang meningkat atas perekonomian AS juga menjadi faktor setelah geopolitik, terutama setelah putusan Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian besar tarif perdagangan Presiden Donald Trump," kata Ibrahim, Jumat (27/2/2026).
Pasca putusan MA tersebut, Trump menanggapi dengan mengumumkan tarif baru di bawah kerangka hukum yang berbeda, dan mengancam akan memberlakukan lebih banyak bea masuk. Ibrahim melihat kondisi ini membuat pasar tetap waspada terhadap kemungkinan gangguan ekonomi lebih lanjut akibat bea masuk tersebut.
Dari variabel pengaruh moneter, pasar saat ini juga sedang menilai kembali jalur kebijakan moneter Fed karena para pembuat kebijakan tetap khawatir tentang inflasi yang tinggi. Pasar secara luas memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan di bulan Maret dan April.
"Sementara penurunan suku bunga pada bulan Juni, yang sebelumnya dianggap sebagai waktu yang paling mungkin bagi The Fed untuk melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter, kini tampaknya kurang pasti," ujarnya.
Sementara sentimen yang datang dari domestik adalah perkembangan kebijakan dagang yang dijalin Presiden Prabowo dengan Trump. Ibrahim menjelaskan, Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS), DOC, pada Selasa secara resmi mengumumkan pengenaan bea masuk imbalan atas sel dan panel surya yang diimpor oleh perusahaan-perusahaan di India, Indonesia, dan Laos. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk melawan subsidi yang mendukung industri di ketiga negara Asia tersebut.
Secara rinci, AS menetapkan tarif subsidi umum sebesar 125,87% untuk impor dari India, 104,38% untuk impor dari Indonesia, dan 80,67% untuk impor dari Laos. Berdasarkan data perdagangan pemerintah, ketiga negara tersebut menyumbang nilai impor senilai US$ 4,5 miliar (Rp75,73 Triliun) tahun lalu. Ini sekitar dua pertiga dari total impor sepanjang 2025.
Atas sejumlah sentimen yang menyertai pasar saat ini, Ibrahim memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan awal pekan depan akan melanjutkan pelemahan.
"Untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.790 hingga Rp16.820. Sedangkan, untuk range dalam satu minggu ke depan ada di Rp16.750 sampai Rp16.900," tandasnya.
#rupiah-melemah #nilai-tukar-rupiah #dolar-as-melemah #konflik-geopolitik-as-iran #ketidakpastian-ekonomi-as #tarif-perdagangan-trump #kebijakan-moneter-fed #inflasi-tinggi #suku-bunga-fed #kebijakan-d