16 Ruas Jalan di Cirebon Diperbaiki Jelang Mudik Lebaran 2026
Pemerintah Kabupaten Cirebon akan memperbaiki 16 ruas jalan sebelum mudik Lebaran 2026 untuk menjamin kelancaran dan keselamatan pemudik di jalur Pantura.
(Bisnis.Com) 03/03/26 12:46 153132
Bisnis.com, CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon memastikan akan memperbaiki sedikitnya 16 ruas jalan prioritas menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Langkah ini dilakukan untuk menjamin kelancaran dan keselamatan pengguna jalan, mengingat wilayah tersebut menjadi salah satu lintasan utama pemudik di jalur Pantura.
Perbaikan dijadwalkan mulai pekan depan dan ditargetkan rampung sebelum H-7 Idulfitri. Program tersebut merupakan bagian dari pemeliharaan rutin jalan kabupaten yang dilaksanakan olehDinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Cirebonmelalui Bidang Bina Marga.
Kepala DPUTR Kabupaten Cirebon Sunanto menyampaikan pemeliharaan tidak hanya menyasar ruas dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat, tetapi juga jalur alternatif yang kerap digunakan saat kepadatan arus mudik meningkat.
“Target kami sebelum H-7 Lebaran, kondisi jalan sudah lebih baik dan aman dilalui,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, Kabupaten Cirebon memiliki posisi strategis sebagai penghubung antarwilayah di Jawa Barat bagian timur dan jalur perlintasan menuju Jawa Tengah. Kondisi tersebut membuat beban lalu lintas meningkat secara signifikan pada periode mudik dan balik Lebaran.
Dari total ruas yang menjadi prioritas, sembilan berada di wilayah barat Kabupaten Cirebon. Ruas tersebut meliputi Bunder–Susukan, Kedongdong–Beringin, Jenun–Ciwaringin, Palimanan–Kramat, Plumbon–Kenanga, Kedawung–Warungasem, Ciperna–Warungasem, Arjawinangun–Suranenggala, serta Jalan Tuparev.
Sementara itu, tujuh ruas lainnya berada di wilayah timur, yakni Kanci–Sindanglaut, Sindanglaut–Pabuaran, Sindanglaut–Ciawigajah, Gebangilir–Waled, Jatiseeng–Pabuaran, Playangan–Bojongnegara, dan Wanayasa–Sindanghayu.
Ruas-ruas tersebut dinilai strategis karena menjadi jalur penghubung antarkecamatan sekaligus alternatif ketika jalur utama mengalami kepadatan. Sejumlah titik di ruas tersebut sebelumnya dilaporkan mengalami kerusakan berupa lubang dan retakan yang berpotensi membahayakan pengendara, terutama pemudik yang tidak familier dengan kondisi medan.
Pemeliharaan yang dilakukan meliputi penambalan lubang, perataan permukaan jalan, serta perbaikan pada bagian yang mengalami penurunan struktur. Pemerintah daerah berharap langkah ini dapat meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas serta mengurangi kemacetan akibat kendaraan yang memperlambat laju di titik kerusakan.
Sejumlah warga menyambut positif rencana tersebut. Rahmat (38), warga Kecamatan Susukan, menilai perbaikan jalan sangat mendesak dilakukan sebelum arus mudik mencapai puncaknya. Ia mengatakan beberapa ruas memang mengalami kerusakan yang cukup mengganggu kenyamanan berkendara.
“Kalau diperbaiki sebelum Lebaran, tentu lebih aman. Apalagi banyak pemudik dari luar daerah yang belum tahu kondisi jalan,” katanya.
Selain faktor keselamatan, perbaikan jalan juga diharapkan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat selama momentum Lebaran. Arus kendaraan yang lancar dinilai berdampak pada distribusi barang, mobilitas warga, serta kelancaran sektor perdagangan musiman.
Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan bahwa pemeliharaan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kualitas infrastruktur daerah secara berkala, bukan hanya bersifat sementara menjelang musim mudik. Namun, percepatan pelaksanaan dilakukan agar seluruh ruas prioritas dapat digunakan secara optimal saat lonjakan kendaraan terjadi.
#mudik-lebaran-2026 #jalan-cirebon #perbaikan-jalan #mudik-lebaran #ruas-jalan #jalur-pantura #dinas-pekerjaan-umum #bina-marga-cirebon #arus-mudik #jalan-kabupaten #jalur-alternatif #penghubung-jawa-b