OJK Beberkan 4 Poin Perkembangan Diskusi dengan MSCI

OJK Beberkan 4 Poin Perkembangan Diskusi dengan MSCI

OJK dan MSCI diskusikan perbaikan pasar modal Indonesia hingga 2026 untuk mencegah penurunan ke frontier market. Fokus pada transparansi, data investor, dan regulasi free float.

(Bisnis.Com) 03/03/26 15:21 153405

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan perkembangan diskusi antara otoritas bursa Indonesia dengan penyedia indeks global MSCI. Indonesia punya waktu hingga Mei 2026 untuk melakukan perbaikan tata kelola pasar modal agar indeks saham Indonesia tidak turun kasta ke frontier market.

Anggota Dewan Komisioner OJK pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Hasan Fawzi mengatakan proposal perbaikan pasar modal telah disampaikan pihak Indonesia kepada MSCI.

"Pertama, keterbukaan pemilik saham dengan proporsi di atas 1% dikonfirmasi akan dipublikasikan mulai dari data per akhir Februari, dan dilakukan mulai Maret 2026," kata Hasan dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan Februari 2026, Selasa (3/3/2026).

Kedua, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bersama market participant terus melakukan percepatan pengisian data granularity atau detail klasifikasi investor. Hasan menjelaskan, sampai dengan 27 Februari 2026 progresnya telah mencapai 94%.

"Ini membuat kami optimis pengisian dapat diselesaikan sesuai dengan timeline yang kita janjikan, yaitu Maret 2026," ujarnya.

Ketiga, proses permintaan pendapat publik atas draft revisi regulasi Peraturan IA yang mengatur free float telah masuk dalam proses persetujuan internal Bursa Efek Indonesia (BEI). Selanjutnya, hasil revisi itu akan diajukan permohonan persetujuan kepada OJK dan ditargetkan bisa ditetapkan serta diterapkan Maret 2026.

Keempat, sejak awal Februari 2026 OJK bersama Self Regulatory Organization (SRO) telah melalukan kajian untuk implementasi pembukaan data high shareholding concentration list atau daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.

"Sekarang ini sedang dalam finalisasi kajian. Rencananya implementasi akan dilakukan pada bulan Maret 2026," pungkasnya.

Adapun, dalam agenda transformasi pasar modal untuk penyesuaian free float, BEI mencatat masih ada 267 emiten belum memenuhi free float 15% saat penyesuaian batas ketentuan berlaku. Saat ini, otoritas bakal menaikkan ketentuan free float bertahap dari 7,5% sampai 15% dalam 3 tahun.

Pada kesempatan terpisah, Hasan mengatakan bahwa OJK dan BEI telah menyediakan exit policy bagi emiten-emiten yang belum mampu memenuhi ketentuan freefloat. Seperti dalam ketentuan lama, ketika emiten tak bisa memenuhi free float 7,5%, sahamnya akan disuspensi, dan ketika tidak ada perubahan akan dilakukan delisting atau penghapusan dari lantai bursa.

"Atau kita memberikan ruang untuk emiten tertentu yang sudah berupaya tapi kemudian memang kondisinya belum memungkinkan untuk mengajukan proposal perpanjangan waktu dalam rangka mereka mencari kembali potensi penyerapan di pasar dan sebagainya. Jadi nanti case by case akan kita lakukan," ujarnya.

#ojk #msc #perkembangan-diskusi #pasar-modal #tata-kelola #indeks-saham #frontier-market #keterbukaan-pemilik-saham #kustodian-sentral-efek-indonesia #klasifikasi-investor #free-float #bursa-efek-indon

https://market.bisnis.com/read/20260303/7/1957358/ojk-beberkan-4-poin-perkembangan-diskusi-dengan-msci