SMF: Sektor Real Estate Belum Jadi Motor Utama Pertumbuhan Ekonomi
Berdasarkan data SMF, pada kuartal II-2025, sektor ini tumbuh 3,71 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
(Kompas.com) 04/03/26 21:13 155339
JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Divisi Riset Ekonomi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF) Martin D. Siyaranamual menilai sektor real estate belum menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional, meski sepanjang 2025 menunjukkan tren yang stabil.
Ia memaparkan, berdasarkan data terbaru, sektor real estate mencatat pertumbuhan yang konsisten meningkat.
“Sektor real estate sayangnya masih belum menjadi sektor primadona dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Martin dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Berdasarkan data SMF, pada kuartal II-2025, sektor ini tumbuh 3,71 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Angka tersebut naik menjadi 3,96 persen pada kuartal III-2025 dan kembali menguat tipis menjadi 3,97 persen pada kuartal IV-2025.
Menurut Martin, pola tersebut mencerminkan adanya perbaikan permintaan properti secara bertahap.
Namun, laju pertumbuhannya masih berada di level moderat dan belum mampu menjadi pendorong utama ekonomi.
Dibandingkan sektor lain, kinerja real estate tergolong menengah. Pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan sektor pertanian, pengadaan listrik dan gas, pengadaan air, serta jasa keuangan.
Meski demikian, sektor ini masih tertinggal dari sejumlah sektor dengan pertumbuhan tinggi seperti transportasi dan pergudangan, akomodasi dan makan minum, informasi dan komunikasi, serta kelompok jasa lainnya yang mampu mencatatkan pertumbuhan di atas 8 hingga 11 persen.
Martin juga menekankan bahwa pertumbuhan real estate masih berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. Padahal, di banyak negara maju, sektor properti justru menjadi salah satu penopang utama ekspansi ekonomi.
“Nah, ini menjadi penting. Kenapa? Karena negara-negara yang lebih maju, itu menunjukkan bahwa sektor real estate-nya itu adalah sektor yang besar, sektor yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi. Hari ini belum kejadian. Kita harus berani bilang, kita harus mengatakan bahwa ini belum kejadian,” tutupnya Martin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang