Tenaga Ahli Menteri ESDM pastikan logistik Pertamina di Jateng
Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Satya Hangga Yudha Widya Putra memastikan kesiapan logistik PT Pertamina (Persero) memenuhi ...
(Antara) 25/10/25 14:17 15634
Jakarta (ANTARA) - Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Satya Hangga Yudha Widya Putra memastikan kesiapan logistik PT Pertamina (Persero) memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Jawa Tengah.
Menurut dia, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, ketahanan energi Indonesia dihadapkan pada tantangan ganda, yakni memastikan ketersediaan pasokan domestik di tengah tingginya ketergantungan impor dan mengoptimalkan infrastruktur logistik yang kompleks.
Dalam upaya strategis meninjau kesiapan logistik tersebut, Hangga, panggilannya, melaksanakan kunjungan kerja ke Pertamina Fuel Terminal (FT) Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (24/10/2025).
Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen Kementerian ESDM untuk mendukung keandalan operasional Pertamina dan menggunakan data lapangan untuk merumuskan kebijakan energi yang responsif, akurat, dan mampu menjamin keamanan pasokan energi nasional secara berkelanjutan.
Hangga memverifikasi secara on-site kesiapan pasokan energi, memastikan keandalan operasional, dan meninjau langsung implementasi standar health, safety, security, and environment (HSSE) di Fuel Terminal Boyolali.
Dalam dialog, Manajer Relations & Management Pertamina Patra Niaga Sri Nur Hidayati menegaskan Pertamina terus bekerja keras sebagai entitas "Energi untuk Negeri".
Upaya pembenahan dilakukan secara komprehensif, mulai dari peningkatan standar kualitas produk di hulu hingga pengetatan rantai distribusi di hilir.
Sri juga menyoroti pentingnya peran Pertamina yang memiliki mandat untuk melayani hingga ke daerah 3T atau terdepan, terluar, dan tertinggal.
"Kesiapan operasional dan logistik yang kompleks ini merupakan bagian dari tanggung jawab melayani masyarakat, yang pelaksanaannya didukung oleh penguatan sistem jaminan kualitas layanan (service quality) di seluruh lini," katanya.
Pada kesempatan itu, Hangga menekankan bahwa isu utama ketahanan energi Indonesia adalah ketidakseimbangan antara produksi domestik dan tingkat konsumsi yang terus melonjak di berbagai sektor, termasuk industri, transportasi, dan pembangkit listrik.
Ketergantungan yang tinggi pada impor minyak mentah dan LPG membuat Indonesia rentan terhadap fluktuasi harga global dan ketidakpastian geopolitik.
Dalam konteks ini, menurut Hangga, peran Dewan Energi Nasional (DEN) menjadi sentral.
DEN, yang diketuai Presiden dan Menteri ESDM yang menjadi Ketua Harian, saat ini memprioritaskan penguatan cadangan energi nasional.
"Pemerintah sedang mengupayakan konsolidasi tiga pilar cadangan energi ke dalam satu payung hukum yang kuat," kata Hangga.
Ketiga pilar tersebut mencakup cadangan operasional (CO), cadangan penyangga energi (CPE), dan cadangan strategis (CS).
Sementara itu, Manajer Fuel Terminal Boyolali Yulesia Pasalbessy memaparkan keandalan operasional FT Boyolali.
Terminal Boyolali memainkan peran sentral dalam mendistribusikan BBM ke Jawa Tengah bagian timur dan tengah, hingga sebagian Jawa Timur bagian barat.
Operasi logistik di terminal ini mengandalkan sistem suplai multimoda yang kompleks, termasuk jaringan pipa yang terhubung dari kilang besar beserta kapal, truk tangki, dan kereta api.
Selain aspek teknis dan komersial, Hangga memberikan apresiasi atas program corporate social responsibility (CSR) yang inovatif, seperti program pemberdayaan masyarakat difabel (difabelpreneur) yang dikelola FT Boyolali.
"Kontribusi BUMN (Badan Usaha milik Negara) kepada masyarakat tidak hanya sebatas pasokan bahan bakar minyak, tetapi harus diwujudkan dalam multiplier effect sosial," sebut Hangga.
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025
#tenaga-ahli-menteri-esdm #hangga-yudha #pertamina-terminal-boyolali