Cerita tentang industri yang tumbuh bersama masyarakat di desa
Pagi di Desa Mekargalih, Kabupaten Garut, Jawa Barat, biasanya dimulai dengan suara kendaraan yang melintas menuju kawasan industri kecil di pinggir desa.Di ...
(Antara) 08/03/26 18:59 158380
Jakarta (ANTARA) - Pagi di Desa Mekargalih, Kabupaten Garut, Jawa Barat, biasanya dimulai dengan suara kendaraan yang melintas menuju kawasan industri kecil di pinggir desa.
Di jalan yang sama, beberapa anak muda berjalan berkelompok menuju tempat kerja mereka. Sebagian masih sangat muda, baru beberapa tahun lulus sekolah menengah.
Sebagian lainnya membawa bekal dari rumah. Di tengah hamparan perkampungan dan sawah yang mengelilingi desa itu, sebuah pabrik berdiri dan perlahan menjadi bagian dari ritme kehidupan masyarakat setempat.
Sejak mulai beroperasi pada 2018, Pabrik Ciomy di Mekargalih menghadirkan dinamika baru bagi desa tersebut. Bagi sebagian warga, kehadiran industri sering kali identik dengan perubahan yang besar dan cepat.
Namun di Mekargalih, cerita yang berkembang justru lebih terasa seperti proses bertahap, ketika aktivitas industri mulai berkelindan dengan kehidupan ekonomi masyarakat.
Di dalam area produksi, sebagian besar pekerja berasal dari Garut. Lebih dari 90 persen karyawan merupakan warga lokal, dan lebih dari 30 persen di antaranya berasal langsung dari Desa Mekargalih serta wilayah sekitarnya.
Bagi desa yang sebelumnya lebih banyak mengandalkan sektor pertanian dan perdagangan kecil, peluang kerja seperti ini menjadi pintu baru bagi banyak keluarga.
Hal yang paling mencolok adalah usia para pekerja. Lebih dari setengah karyawan berada dalam rentang usia 19, hingga 23 tahun.
Mereka adalah generasi muda yang sebelumnya mungkin membayangkan harus merantau jauh untuk mendapatkan pekerjaan. Kini, sebagian dari mereka justru memulai karier di daerah sendiri.
Beberapa di antara mereka merupakan lulusan sekolah-sekolah di sekitar Garut, seperti SMK Negeri 1 Garut, SMK 12, MAN 2, MAN Al Falah, STAI PERSIS, Universitas Garut, serta sejumlah lembaga pendidikan lainnya.
Bagi keluarga mereka, kesempatan bekerja di daerah sendiri bukan hanya soal penghasilan, tetapi juga soal harapan agar anak-anak mereka dapat membangun masa depan tanpa harus meninggalkan kampung halaman.
Di luar pagar pabrik, aktivitas ekonomi lain juga perlahan bergerak. Warung makan yang menyediakan makanan bagi para karyawan mulai bermunculan.
Beberapa usaha rumahan yang sebelumnya hanya melayani lingkungan sekitar, kini memiliki pasar tambahan dari kegiatan operasional pabrik.
Beberapa pelaku UMKM lokal, bahkan secara rutin terlibat dalam memenuhi kebutuhan operasional perusahaan.
Mereka menyediakan makanan bagi karyawan maupun kebutuhan lain yang berkaitan dengan kegiatan produksi. Kolaborasi sederhana seperti ini menciptakan peluang baru bagi usaha kecil di sekitar kawasan Mekargalih.
Ada pula kegiatan yang secara tidak langsung mempertemukan aktivitas sosial dengan ekonomi warga, salah satunya adalah program berbagi kue setiap Jumat ke masjid-masjid di sekitar desa.
Kue-kue tersebut tidak diproduksi di pabrik, melainkan dibeli dari warga yang memiliki usaha rumahan. Bagi keluarga yang menjalankan usaha kecil tersebut, kegiatan ini menjadi tambahan pemasukan, sekaligus cara produk mereka dikenal lebih luas.
Ekonomi lokal
Dalam konteks desa, aktivitas kecil semacam ini sering kali memiliki arti yang cukup besar. Ekonomi lokal tidak selalu bergerak melalui transaksi besar, tetapi melalui jaringan aktivitas sehari-hari yang melibatkan banyak orang.
Saat bersamaan, pertumbuhan industri juga membawa tantangan yang perlu dikelola dengan hati-hati, salah satu kekhawatiran yang sering muncul, ketika sebuah pabrik berdiri di daerah adalah dampaknya terhadap lingkungan dan lahan pertanian.
Di wilayah seperti Garut yang masih memiliki tradisi agraris kuat, isu ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat.
Untuk mengurangi dampak terhadap lahan pertanian, sudah dilakukan langkah mitigasi dengan membeli lahan sawah di wilayah lain yang dapat digunakan sebagai area pengganti.
Lahan tersebut kemudian dikelola dengan melibatkan masyarakat sekitar, sehingga aktivitas pertanian tetap berjalan dan tetap memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Pengelolaan limbah industri juga menjadi bagian dari perhatian dalam operasional pabrik. Kegiatan produksi dijalankan dengan mengikuti standar regulasi lingkungan yang berlaku, sementara program penghijauan dilakukan untuk menjaga keseimbangan lingkungan di sekitar kawasan industri.
Di luar aktivitas produksi, hubungan antara perusahaan dan masyarakat juga terbangun melalui berbagai kegiatan sosial.
Beberapa di antaranya adalah kegiatan membersihkan dan memakmurkan masjid di wilayah sekitar, dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat, serta pengajian warga yang dilaksanakan secara berkala.
Program sosial lainnya menjangkau sekitar 700 kepala keluarga di wilayah sekitar melalui pembagian sembako.
Kegiatan ini biasanya dilakukan dalam suasana yang cukup akrab karena sebagian besar warga sudah mengenal para pekerja yang sehari-hari beraktivitas di pabrik.
Ada pula dukungan terhadap kegiatan pesantren serta bantuan kemanusiaan untuk Palestina yang menjadi bagian dari aktivitas sosial perusahaan. Meski tidak selalu terlihat dalam aktivitas sehari-hari, kegiatan seperti ini ikut membentuk hubungan antara perusahaan dan masyarakat.
Kuota disabilitas
Hal lain yang menarik adalah keterlibatan sejumlah penyandang disabilitas dalam aktivitas kerja. Mereka dilibatkan dalam kegiatan pemasaran maupun operasional gudang.
Bagi sebagian dari mereka, kesempatan kerja seperti ini tidak selalu mudah ditemukan. Karena itu, ruang kerja yang lebih inklusif menjadi pengalaman yang cukup berarti.
Di wilayah sekitar pabrik, perusahaan juga terlibat dalam mendukung pembangunan fasilitas sosial, seperti sarana pendidikan dan kesehatan. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas hidup masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri.
Bagi Purnama Alam, Direktur PT Amanah Persada Alam yang menaungi merek Ciomy, perjalanan usaha ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan bisnis semata. Ia menyampaikan bahwa usaha yang dijalankan perusahaan berangkat dari visi kebermanfaatan bagi masyarakat.
Menurutnya, bisnis dapat menjadi sarana untuk menghadirkan nilai kebaikan jika dijalankan dengan integritas dan kepatuhan.
Ia juga menekankan bahwa perusahaan berupaya terus belajar dari berbagai masukan masyarakat agar aktivitas usaha dapat berjalan selaras dengan lingkungan sekitar.
Cerita dari Mekargalih memperlihatkan bahwa hubungan antara industri dan masyarakat tidak selalu harus diwarnai jarak.
Ketika aktivitas produksi terhubung dengan kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat, industri dapat menjadi bagian dari ekosistem lokal yang saling menguatkan.
Lapangan kerja bagi generasi muda, peluang usaha bagi UMKM lokal, serta berbagai kegiatan sosial yang menyentuh kehidupan warga menunjukkan bahwa sebuah pabrik dapat memiliki peran yang lebih luas dari sekadar tempat produksi.
Di banyak daerah, model seperti ini menjadi penting untuk dipelajari. Sebab pembangunan ekonomi yang berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan industri, tetapi juga oleh sejauh mana aktivitas ekonomi tersebut mampu memberdayakan masyarakat yang hidup di sekitarnya.
Copyright © ANTARA 2026