Pinjaman Warga Usia Produktif jadi Juru Selamat Bisnis Paylater Multifinance Tahun Ini
OJK optimis bisnis paylater multifinance tumbuh positif hingga 2026, didorong permintaan usia produktif. Tantangan: risiko utang, NPF, dan persaingan ketat.
(Bisnis.Com) 09/03/26 09:23 158721
Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi layanan beli sekarang bayar nanti aliasbuy now pay later(BNPL) perusahaan pembiayaan terus memiliki prospek positif pada 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK Agusman mengatakan optimistis itu didasarkan pada meningkatnya permintaan dari segmen usia produktif.
“Dan masyarakat yang belum memiliki akses layanan keuangan formal,” katanya dalam jawaban tertulis RDK OJK Februari 2026, dikutip pada Senin (9/3/2026).
Untuk diketahui, pada Januari 2026 tingkat pembiayaan bermasalah atauNon-Performing Financing(NPF) gross BNPL perusahaan pembiayaan tercatat pada level 2,77%.
Menurut Agusman, rasio NPF gross yang dalam kondisi terjaga itu menunjukkan bahwa pengelolaan risiko dan proses seleksi pembiayaan yang dilakukan memadai.
“Didukung antara lain penerapancredit scoringdan pemantauan pembayaran yang lebih ketat,” ucapnya.
Adapun, OJK mencatat layanan BNPL perusahaan pembiayaan tumbuh 71,13% (year on year/YoY). Agusman menuturkan pertumbuhan ini mengacu data dari Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
“Berdasarkan informasi pada SLIK, pembiayaanBuy Now Pay Later(BNPL) oleh perusahaan pembiayaan tumbuh 71,13% YoY, atau menjadi Rp12,18 triliun,” katanya dalam siaran pers RDK Februari 2026, Selasa (3/3/2026).
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi membeberkan beberapa tantangan yang akan dihadapi, seiring meningkatkan permintaan layananpaylaterdimultifinance.
“Tantangan utama menurut saya meliputi risikoover-indebtednesskonsumen, potensi kenaikan NPF jika kondisi ekonomi melemah, serta persaingan yang semakin ketat antar pemain,” ungkapnya kepadaBisnis, Senin (16/2/2026).
Selanjutnya, penguatan regulasi dan pengawasan juga dia nilai dapat meningkatkan biaya kepatuhan. Dia meneruskan, isu perlindungan data dan keamanan siber pun turut menjadi perhatian besar.
“Seiring meningkatnya volume transaksi digital. Sebab itu, industri perlu menyeimbangkan ekspansi agresif dengan manajemen risiko yang disiplin agar pertumbuhan tetap berkelanjutan,” ujarnya.
#pinjaman-usia-produktif #bisnis-paylater #multifinance-indonesia #paylater-multifinance #prospek-bisnis-paylater #prospek-bisnis-paylater-multifinance #kinerja-paylater #kinerja-paylater-multifinance #n-a