Emiten Dorong Pembentukan Indeks EBT di Bursa untuk Tarik Investor Hijau

Emiten Dorong Pembentukan Indeks EBT di Bursa untuk Tarik Investor Hijau

Sejumlah emiten mendorong pembentukan indeks EBT di bursa untuk menarik investor hijau, meningkatkan visibilitas, dan memperkuat investasi energi terbarukan.

(Bisnis.Com) 26/10/25 06:18 15959

Bisnis com, JAKARTA — Sejumlah emiten menilai indeks khusus untuk saham-saham terkait sektor energi baru dan terbarukan (EBT) dibutuhkan untuk menarik investor hijau di pasar modal.

Corporate Secretary Division Head PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) Eko Prayitno mengatakan menilai bahwa perlu ada pembentukan indeks khusus untuk emiten yang fokus pada EBT. S

Saat ini, kata dia, fokus pada indeks ESG tidak secara spesifik mencerminkan emiten dengan bisnis utama EBT, melainkan emiten yang secara umum menerapkan praktik keberlanjutan.

"Hal ini penting untuk mengarahkan investor yang memiliki mandat investasi spesifik pada energi baru dan terbarukan," ujarnya kepada Bisnis dikutip Sabtu (25/10/2025).

Eko menjelaskan bahwa kehadiran indeks khusus EBT akan memberikan visibilitas dan identitas yang lebih jelas bagi perusahaan-perusahaan yang memang bergerak di sektor transisi energi dan EBT.

Lebih jauh, perseroan memandang bahwa kehadiran indeks khusus EBT dapat berfungsi sebagai alat screening yang efektif bagi investor, baik ritel maupun institusi. Investor dapat langsung berpartisipasi dalam akselerasi transisi energi melalui indeks yang terkurasi.

Hal ini akan mengirimkan sinyal kuat kepada masyarakat dan pasar bahwa EBT adalah sektor investasi yang serius dan mendapat dukungan dari otoritas pasar modal.

Selain itu, lanjutnya, emiten yang masuk dalam indeks akan terdorong untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja EBT mereka.

Perseroan berpendapat jika Indonesia membentuk indeks bertema EBT di pasar modal, langkah ini berpotensi besar menarik minat investor global, khususnya investor asal Eropa dan Asia Timur yang fokus kepada keberlanjutan.

Eko menambahkan indeks semacam itu akan menjadi acuan transparan bagi dana institusional yang berfokus pada investasi hijau dan transisi energi.

"Dengan metodologi yang kredibel serta dukungan regulator seperti OJK dan IDX, indeks ini dapat meningkatkan likuiditas saham-saham energi bersih, membuka peluang pembentukan reksadana tematik, dan memperkuat citra Indonesia dalam pengembangan investasi hijau di Asia Tenggara," terangnya.

Head of Investor Relations PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) Mirza Hippy turut memahami bahwa wacana pembentukan indeks khusus bagi emiten energi baru terbarukan (EBT) merupakan salah satu langkah yang tengah dikaji oleh berbagai pihak untuk mendorong percepatan transisi energi nasional.

"Bagi kami, setiap upaya yang dapat memperkuat ekosistem investasi hijau dan meningkatkan visibilitas sektor EBT di pasar modal tentu patut diapresiasi," katanya.

Sejalan dengan hal diatas, perseroan menilai bahwa langkah tersebut perlu dikaji secara menyeluruh, baik dari sisi kriteria, klasifikasi emiten, mekanisme evaluasi kinerja, maupun dampaknya terhadap minat investor.

"Yang terpenting adalah bagaimana kebijakan tersebut dapat memberikan manfaat yang nyata bagi pengembangan proyek EBT secara berkelanjutan dan menciptakan iklim investasi yang sehat bagi semua pihak," imbuhnya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#indeks-ebt #investor-hijau #pasar-modal #emiten-energi #transisi-energi #investasi-hijau #saham-energi-bersih #indeks-esg #emiten-ebt #investasi-berkelanjutan #indeks-khusus-ebt #investor-global #inve

https://market.bisnis.com/read/20251026/7/1923358/emiten-dorong-pembentukan-indeks-ebt-di-bursa-untuk-tarik-investor-hijau