Purbaya Singgung Temuan Safe House oleh KPK pada Kasus Pejabat Bea Cukai

Purbaya Singgung Temuan Safe House oleh KPK pada Kasus Pejabat Bea Cukai

Menteri Keuangan Purbaya menyoroti dugaan kepemilikan safe house oleh pejabat Bea Cukai untuk menyimpan hasil korupsi dan mendorong digitalisasi guna mencegah kebocoran.

(Bisnis.Com) 10/03/26 17:37 160735

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung dugaan kepemilikan safe house yang diduga dimiliki pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk menyimpan hasil korupsi.

Hal itu disampaikan Purbaya saat melantik sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), salah satunya pada unit Bea Cukai.

Purbaya menyampaikan ingin menggalakkan digitalisasi pada unit-unit di bawah Kemenkeu, khususnya yang fokus pada penerimaan negara. Setelah menggalakkan Coretax di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), dia ingin menerapkan hal yang sama di DJBC.

"Bea Cukai sama nanti kami juga galakkan digitalisasi di mana kami hindarkan pertemuan langsung dengan para pelaku usaha sehingga enggak ada kebocoran-kebocoran lagi. Enggak ada lagi tuh safe house dan lain-lain," ujarnya di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Purbaya mengeklaim ada andil Coretax pada penerimaan pajak yang tumbuh 30% di Januari dan Februari 2026. Untuk itu, dia ingin menggalakkan hal yang sama untuk mendulang penerimaan kepabeanan dan cukai. Sebaliknya, penerimaan bea dan cukai justru anjlok masing-masing sekitar 14% pada Januari dan Februari 2026.

Kinerja penerimaan ini dinilai Purbaya sentral untuk menjaga keseimbangan fiskal. Dia mengakui terdapat risiko terhadap ruang fiskal yang menyempit dengan kebutuhan belanja yang besar guna mendorong pertumbuhan ekonomi. "Jadi kalau income enggak naik, pengeluaran semakin gede, ruang fiskal kita semakin sempit," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah tiga \'safe house\' dalam kasus dugaan suap importasi dan cukai yang melibatkan empat pejabat Bea Cukai.

Safe house atau rumah aman ini diduga digunakan untuk menyimpan harta hasil suap dalam meloloskan sejumlah barang impor agar bisa dipasarkan di Tanah Air.

Safe house pertama ditemukan saat tim lembaga antirasuah menggelar operasi tangkap tangan dan menggeledah apartemen di kawasan Jakarta Utara, Rabu (4/2/2026). Pada upaya paksa itu, penyidik menyita uang dalam pecahan mata uang asing dan rupiah, serta emas dengan berat lebih dari 3 kg yang totalnya mencapai Rp40,5 miliar.

#bea-cukai #safe-house #kasus-korupsi #purbaya-yudhi-sadewa #kpk-temuan #digitalisasi-bea-cukai #coretax-bea-cukai #penerimaan-negara #suap-importasi #rumah-aman #pejabat-bea-cukai #operasi-tangkap-tan

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260310/259/1959365/purbaya-singgung-temuan-safe-house-oleh-kpk-pada-kasus-pejabat-bea-cukai