Hartadinata Abadi (HRTA) Proyeksi Permintaan Emas Naik Jelang Idulfitri

Hartadinata Abadi (HRTA) Proyeksi Permintaan Emas Naik Jelang Idulfitri

PT Hartadinata Abadi (HRTA) memproyeksikan peningkatan permintaan emas menjelang Idulfitri 2026, didorong ketegangan geopolitik dan faktor musiman.

(Bisnis.Com) 11/03/26 12:11 161617

Bisnis.com, JAKARTA — PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) memperkirakan terjadinya peningkatan permintaan produk logam mulia emas menjelang Hari Raya Idulfitri tahun ini.

Direktur Investor Relations Hartadinata Abadi Thendra Crisnanda mengatakan ketegangan geopolitik global kembali mendorong perhatian pasar terhadap emas.

Eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk meningkatnya tensi antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada awal Maret, memicu kenaikan harga emas global setelah sempat mengalami koreksi pada awal tahun.

Menurut Thendra, dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini kembali menegaskan peran emas sebagai instrumen penyimpan nilai dalam jangka panjang.

“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, seperti konflik geopolitik maupun tekanan inflasi, masyarakat cenderung melihat emas sebagai sarana menabung nilai yang relatif stabil,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (11/3/2026).

HRTA melihat minat terhadap kepemilikan emas tetap kuat, baik dari masyarakat maupun institusi.

Di dalam negeri, lanjutnya, momentum musiman turut memperkuat permintaan emas. Perayaan Tahun Baru Imlek yang berdekatan dengan Ramadan dan Idulfitri secara tradisional menjadi periode peningkatan pembelian emas, baik dalam bentuk perhiasan maupun emas batangan.

Menurut Thendra, faktor musiman ini sering kali memberikan dorongan tambahan bagi permintaan emas di pasar domestik.

“Menjelang Idulfitri biasanya terjadi peningkatan aktivitas pembelian emas. Selain sebagai hadiah, masyarakat juga semakin melihat emas sebagai salah satu cara menabung untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang,” tuturnya.

Sepanjang Februari 2026, rata-rata harga emas tercatat berada di level US$5.015 per ons atau sekitar Rp2,71 juta per gram. Level itu meningkat 17% secara tahunan dan 6% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Harga emas bahkan ditutup pada level US$5.278 per ons mendekati rekor tertinggi yang tercapai pada Januari lalu.

Sebagai informasi, harga terbaru HRTA Gold per 10 Maret 2026, pukul 08.40 WIB tercatat sebesar Rp2.893.000 per gram.

Kenaikan harga emas di pasar domestik juga dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah. Bank Indonesia mencatat rupiah berada pada kondisi undervalued di tengah ketidakpastian global, sehingga pelemahan mata uang ini turut membuat harga emas menjadi lebih tinggi dalam rupiah meskipun perubahan fundamental di pasar emas global tidak terlalu besar.

Selain faktor permintaan masyarakat, tren akumulasi emas oleh bank sentral juga menunjukkan sinyal kuat. Bank Indonesia menambah 7 ton emas ke dalam cadangan nasional sepanjang 2025, sehingga total cadangan emas mencapai 85 ton pada akhir tahun tersebut.

Pembelian kembali sekitar 2 ton emas pada Januari 2026 menandakan meningkatnya kepercayaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai dalam cadangan negara.

#emas #harga-emas #permintaan-emas #hartadinata-abadi #hrta #idulfitri #logam-mulia #geopolitik-global #konflik-timur-tengah #inflasi #investasi-emas #emas-batangan #emas-perhiasan #nilai-tukar-rupiah #n-a

https://market.bisnis.com/read/20260311/192/1959559/hartadinata-abadi-hrta-proyeksi-permintaan-emas-naik-jelang-idulfitri