Pindar Pakai AI untuk Penilaian Kredit, Simak Dampaknya

Pindar Pakai AI untuk Penilaian Kredit, Simak Dampaknya

OJK mengungkapkan penggunaan AI dalam penilaian kredit pindar meningkatkan efisiensi dan akurasi, dengan total pembiayaan mencapai Rp87,61 triliun per Agustus 2025.

(Bisnis.Com) 26/10/25 21:04 16413

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan industri pinjaman daring (pindar) kini mengadopsi penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam proses credit scoring.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga PVML OJK Agusman menuturkan pemanfaatan AI ini berupa machine learning untuk mempelajari karakteristik dan pola perilaku pengguna secara dinamis.

“Sehingga proses penilaian kredit menjadi lebih efisien dan akurat, serta dapat meningkatkan kualitas analisis risiko dan memperluas akses pendanaan yang berkelanjutan,” katanya dalam lembar jawaban RDK September, dikutip Minggu (26/10/2025).

Di samping manfaatnya seperti itu, Agusman menegaskan supaya para penyelenggara pindar memastikan algoritmanya tetap akurat dan transparan dan menghindari bias.

“Selain itu juga memastikan menjaga keamanan data nasabah, serta tetap menjaga prinsip kehati hatian dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Menilik kinerja industri pindar per Agustus 2025, OJK mencatat total outstanding pembiayaannya tembus Rp87,61 triliun, tumbuh 21,62% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Bila dibandingkan secara bulanan (month-to-month/MtM) atau dengan Juli 2025, outstanding pembiayaan tumbuh sebesar 3,48% dari Rp84,66 triliun.

Sementara itu, tingkat wanprestasi (TWP90) industri pindar per Agustus 2025 tercatat tetap dalam kondisi terjaga yakni berada di level 2,60%.

Sebagai informasi, OJK juga mencatat pada Agustus 2025 ini masih ada 9 dari 96 penyelenggara yang belum memenuhi ketentuan modal Rp12,5 miliar.

“Serta 9 dari 96 penyelenggara pinjaman daring atau pindar yang belum memenuhi kewajiban ekuitas minimum Rp12,5 miliar. Seluruh penyelenggara pindar ini telah menyampaikan action plan kepada OJK,” ungkap Agusman.

OJK, katanya, terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan berdasarkan progress action plan upaya pemenuhan kewajiban ekuitas minimum yang dimaksud.

“Baik berupa injeksi modal dari pemegang saham maupun dari strategi investor yang kredibel termasuk opsi pengembalian izin usaha,” tutur dia.

#pindar-ai #penilaian-kredit-ai #ojk-pindar #machine-learning-kredit #kredit-scoring-ai #industri-pinjaman-daring #kecerdasan-buatan-kredit #analisis-risiko-ai #keamanan-data-nasabah #algoritma-kredit #n-a

https://finansial.bisnis.com/read/20251026/563/1923432/pindar-pakai-ai-untuk-penilaian-kredit-simak-dampaknya