Bersamaan dengan Nyepi, Umat Islam di Bali Diminta Takbiran di Rumah
Umat Islam di Bali diminta takbiran di rumah pada 19 Maret 2026 untuk menghormati Nyepi. Gubernur Bali dan Muhammadiyah mengedepankan toleransi dan kerukunan.
(Bisnis.Com) 13/03/26 14:11 164205
Bisnis.com, DENPASAR – Umat Islam di Bali diimbau untuk melaksanakan takbiran dari rumah masing - masing untuk menghormati hari raya Nyepi 2026 yang diprediksi bersamaan dengan malam takbiran lebaran.
Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan pihaknya bersama stakeholder terkait telah melakukan sejumlah langkah antisipasi jika malam takbiran dilaksanakan bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, Kamis (19/3/2026).
“Ini kan belum ada keputusan resmi dari pemerintah. Kalau sekiranya ada umat Muslim yang merayakan Idul Fitri tanggal 20 Maret, maka malam takbirannya bisa terjadi pada 19 Maret yang bertepatan dengan Nyepi,” jelas Koster dikutip dari keterangan resminya, Jumat (13/3/2026).
Menyikapi kemungkinan tersebut, Gubernur Koster telah mengumpulkan seluruh majelis umat beragama untuk merumuskan seruan bersama.
Mengacu pada seruan bersama, jika ada umat muslim yang melaksanakan takbiran pada tanggal 19 Maret, mulai pukul 18.00 Wita hingga 21.00 Wita, didorong agar sedapat mungkin melaksanakannya di rumah masing-masing.
Kalaupun harus ke masjid atau musala, diharapkan dilaksanakan ke lokasi terdekat dengan berjalan kaki, tidak menggunakan pengeras suara, lampu penerang berlebihan dan pawai.
Gubernur Koster bersama stakeholder terkait telah melakukan pemetaan keberadaan umat muslim yang kemungkinan melaksanakan malam takbiran bertepatan dengan Nyepi.
"Kami sudah perkirakan dan hanya sedikit di Bali. Terutama dilaksanakan oleh sameton Muslim Muhammadiyah, ada 4 masjid dan jumlahnya juga tak terlalu banyak,” kata
Koster menghimbau agar semua umat mengedepankan sikap saling menghormati dan toleransi untuk kerukunan antar umat beragama yang selama ini telah terpelihara dengan baik di Pulau Dewata.
Pada bagian lain, dia juga menyampaikan bahwa sebagai Gubernur tugasnya adalah memfasilitasi agar semua umat beragama dapat menjalankan ibadah dengan baik di Daerah Bali.
"Umat Muslim dan Hindu di Bali dapat menjalankan Idul Fitri dan Nyepi dengan tertib dan disiplin, tetap jaga hubungan harmonis antar umat beragama karena ini sudah menjadi kesepakatan dan komitmen kami,” kata Koster.
Selain itu, Muhammadiyah Provinsi Bali juga menghimbau warga persyarikatan untuk melaksanakan takbiran di rumah dan tidak perlu ke masjid. Kebijakan ini untuk menghormati umat Hindu Bali yang sedang melaksanakan hari raya Nyepi.
Sebagaimana diketahui, Muhammadiyah sudah memutuskan hari raya Idulfitri jatuh pada 20 Maret 2026.
#nyepi-2026 #takbiran-di-rumah #umat-islam-bali #malam-takbiran #hari-raya-nyepi #gubernur-bali #wayan-koster #seruan-bersama #umat-muslim-bali #takbiran-tanpa-pengeras-suara #toleransi-beragama-bali #n-a