Harga Minyak Dunia Turun 3 Persen, tapi Kapal Indonesia Masih Tertahan di Selat Hormuz
Harga minyak dunia turun 3 persen meski kapal Indonesia masih tertahan di Selat Hormuz. Kemlu RI masih berupaya bernegosiasi dengan Pemerintah Iran.
(Kompas.com) 17/03/26 16:52 167352
KOMPAS.com - Harga minyak dunia turun 3 persen setelah beberapa kapal tanker berhasil melewati Selat Hormuz yang dirundung perang AS-Israel Vs Iran, selasa (17/3/2026).
Reuters melaporkan jika harga minyak Brent turun 2,8 persen menjadi 100,21 dolar AS per barrel. West Texas Intermediate juga turun 5,3 persen ke angka 93,50 dolar AS per barrel.
Meski belum ada laporan rinci mengenai kapal tanker dari negara mana saja yang melewati selat itu, setidaknya ini kabar baik bagi ketahanan energi dunia.
Sementara itu, dua kapal Indonesia yakni Gamsunoro dan VLCC Pertamina Pride dilaporkan masih berada di Teluk Persia.
Tertahan di Selat Hormuz
Mengutip akun resmi Instagram @pertaminainternationalshipping, PT Pertamina yang mengoperasikan Gamsunoro dan VLCC menjelaskan keduanya masih berada di Teluk Arab/Persia.
Awak kapal dan kapal dalam kondisi aman.
"Hingga 12 Maret 2026, dua kapal tanker PIS, VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melewati Selat Hormuz. Seluruh kapal dan kru dalam kondisi aman," jelasnya.
Gamsunoro berada di Khor Al Zubair, Irak, sementara VLCC ada di Ras Tanura, Arab Saudi.
"Pertamina Pride mengangkut kargo untuk kebutuhan energi nasional, sementara Gamsunoro melayani pengangkutan untuk mitra pihak ketiga (non-Pertamina)," jelasnya.
Agar kedua kapal itu bisa melewati Selat Hormuz dengan aman, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) berupaya menjalin komunikasi dengan Pemerintah Iran.
Negosiasi dengan Iran
Perwakilan Kemlu RI di Teheran, melakukan berbagai upaya untuk mengamankan Gamsunoro dan VLCC Pertamina Pride ketika nantinya melewati Selat Hormuz.
"Kementerian Luar Negeri melalui Perwakilan RI di Teheran, telah melakukan pertemuan dengan otoritas terkait di Iran dan terus berkoordinasi erat dengan pihak setempat guna memperoleh informasi terkini mengenai situasi di Selat Hormuz, serta untuk memastikan keselamatan kapal berbendera Indonesia," kata Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela dikutip dari Kompas.com, Senin (16/3/2026).
Kemlu RI juga terus menjalin komunikasi dengan Pertamina International Shipping (PIS) untuk mengetahui keadaan kapal dan para awaknya, lalu menghubungi otoritas Iran.
Belum ada informasi lebih lanjut mengenai kapan kapal berbendera Indonesia diperbolehkan melewati Selat Hormuz. Iran sendiri baru-baru ini menjelaskan jika selain kapal Amerika Serikat, Israel, dan Sekutunya, boleh melintas di sana.
Tertutup bagi kapal AS dan Sekutu
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menjelaskan jika sejumlah negara resmi meminta jalur aman bagi kapal-kapalnya melewati Selat Hormuz.
"Dan ini terserah militer kami untuk memutuskan (boleh tidaknya kapal lewat)" jelas Abbas Araghchi dikutip dari Al Jazeera, Senin (16/3/2026).
Abbas menambahkan jika beberapa kelompok kapal telah diizinkan lewat di Selat Hormuz. Kecuali bagi kapal AS, Israel, dan Sekutunya.
"Teheran mengatakan bahwa Selat Hormuz terbuka untuk semua kecuali AS dan sekutunya," lapor Al Jazeera.
Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul "Kapal Mulai Melintasi Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Turun 3 Persen" dan "Ini Kapal Gamsunoro: Dulu Lolos dari Houthi, Kini Tertahan di Selat Hormuz"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#selat-hormuz #harga-minyak-dunia #kapal-indonesia #gamsunoro