ASDP Catat 163.603 Penumpang di Jawa Menuju Sumatra pada Puncak Mudik Lebaran 2026
ASDP mencatat 163.603 penumpang menyeberang dari Jawa ke Sumatra pada puncak mudik Lebaran 2026, dengan peningkatan signifikan pada 18 Maret.
(Bisnis.Com) 20/03/26 12:15 169650
Bisnis.com, JAKARTA — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat 163.603 penumpang kapal meninggalkan Jawa menuju Sumatra pada puncak arus mudik Lebaran 2026. Arus mudik Lebaran 2026 di lintasan Jawa–Sumatra kini memasuki periode tersibuk.
Pergerakan pemudik yang menyeberang dari Jawa menuju Sumatra terus meningkat, dengan jalur Merak–Bakauheni kembali menjadi titik krusial dalam memantau dinamika mudik nasional.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo mengatakan peningkatan arus mudik sudah berada di fase puncak sejak Selasa (17/3/2026) hingga berlangsung hingga Kamis (19/3/2026).
“Peningkatan mobilisasi ini mencerminkan fase puncak arus mudik. ASDP terus memperkuat operasional dan koordinasi lintas pemangku kepentingan guna memastikan layanan tetap optimal, aman, dan lancar,” ujar Heru dalam keterangan resminya, Jumat (20/3/2026).
Data Posko Merak yang mencakup Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara mencatat, selama periode 8 jam pada 19 Maret 2026 (pukul 00.00–08.00 WIB) atau H-2, sebanyak 79.521 penumpang telah menyeberang.
Jumlah ini naik 20,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 66.044 orang. Sementara itu, kendaraan yang menyeberang tercatat 27.157 unit, meningkat 22,2% dari tahun sebelumnya sebanyak 22.222 unit.
Lonjakan paling mencolok terjadi pada 18 Maret (H-3), ketika jumlah penumpang yang menyeberang mencapai 163.603 orang dengan 44.440 kendaraan.
Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan sehari sebelumnya, 17 Maret, yang mencatat 104.321 penumpang dan 27.527 kendaraan. Tren kenaikan ini diperkirakan masih akan berlanjut seiring tingginya mobilitas masyarakat menjelang hari raya.
Untuk mengantisipasi kepadatan, ASDP mengoperasikan antara 28 hingga 33 kapal setiap hari di lintasan Merak–Bakauheni, disesuaikan dengan kondisi lapangan. Selain itu, sejumlah langkah seperti pengalihan arus ke pelabuhan alternatif, penerapan delaying system di buffer zone, serta penguatan koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan.
Perusahaan juga mengandalkan pola operasional Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) guna mempercepat perputaran kapal. Dengan skema ini, kapal yang sandar langsung melakukan bongkar muatan dan segera kembali berlayar, sehingga waktu tunggu dapat ditekan dan kapasitas layanan meningkat.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengingatkan pengguna jasa agar merencanakan perjalanan sejak awal, termasuk membeli tiket sebelum tiba di pelabuhan.
“Pastikan data identitas telah diisi dengan benar dan datang sesuai jadwal pada tiket. Melalui Ferizy, pengguna juga dapat melakukan reschedule dengan potongan 10% atau refund dengan potongan 25% sesuai ketentuan. Ini menjadi bentuk fleksibilitas layanan kami di tengah tingginya mobilitas,” jelas Windy.
Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H-2, jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatra telah mencapai 711.052 orang, naik 3,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 636.741 orang. Total kendaraan juga meningkat menjadi 190.479 unit, atau naik 9,3% dari 174.246 unit.
Sementara itu, arus dari Sumatra ke Jawa tercatat sebanyak 348.766 penumpang, meningkat 2,9% dari tahun sebelumnya yang mencapai 338.911 orang. Untuk kendaraan, jumlahnya mencapai 72.696 unit, naik 8,9% dibandingkan 66.749 unit pada periode yang sama tahun lalu.
#asdp-indonesia-ferry #penumpang-kapal #mudik-lebaran-2026 #arus-mudik-jawa-sumatra #merak-bakauheni #heru-widodo #peningkatan-arus-mudik #operasional-asdp #pelabuhan-merak #kendaraan-menyeberang #pola