Asuransi Asei Siapkan 4 Strategi Tangkap Peluang Insentif Galangan Kapal

Asuransi Asei Siapkan 4 Strategi Tangkap Peluang Insentif Galangan Kapal

PT Asuransi Asei Indonesia merespons insentif galangan kapal dengan memperkuat underwriting, mengembangkan produk maritim, memperluas kerja sama, dan mengoptimalkan reasuransi.

(Bisnis.Com) 27/03/26 03:00 173993

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Asei Indonesia mengungkapkan empat cara yang akan dilakukan untuk menangkap peluang dari rencana pemerintah dalam memberikan insentif untuk mendorong kebangkitan industri galangan kapal nasional.

Direktur Utama Asuransi Asei Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe mengatakan cara pertama adalah memperkuat kapasitas underwriting di sektor marine dan ekosistem perdagangan, termasuk risk assessment berbasis proyek dan jalur pelayaran.

Dia melanjutkan, cara kedua adalah mengembangkan produk yang lebih tailored, khususnya untuk kebutuhan ekosistem maritim termasuk galangan kapal, pemilik armada pelayaran, ataupun perdagangan ekspor dan domestik.

Ketiga, memperluas kerja sama dengan pelaku industri maritim, termasuk galangan kapal, operator pelayaran, dan eksportir,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (26/3/2026).

Cara keempat yang dilakukan Asei adalah mengoptimalkan dukungan reasuransi, guna menjaga kapasitas risiko seiring meningkatnya eksposur risiko.

“Pendekatan ini penting agar perusahaan asuransi tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjaga kualitas portofolio,” ucap Dody.

Pada prinsipnya, Asei menilai rencana pemerintah tersebut adalah langkah strategis untuk memperkuat ekosistem maritim nasional. Bahkan, kebijakan ini tidak hanya berdampak pada industri galangan kapal dan sektor riil, tetapi juga memberikan multiplier effect terhadap industri jasa keuangan, termasuk asuransi.

Pasalnya, kata Dody, aktivitas galangan kapal akan menambah jumlah kapal-kapal baru di perairan Indonesia, yang saat ini didominasi kapal usia tua. Sementara itu, usia kapal dan kelas kapal merupakan material fact dalam aspek underwriting Asuransi Rangka Kapal (Marine Hull & Machinery).

“Selain itu juga berpotensi menciptakan sentimen positif bagi industri asuransi karena meningkatnya aktivitas pembangunan, perawatan, dan operasional kapal, yang juga menjadi underwriting info dalam proses asuransi marine, baik Marine Cargo Insurance maupun Marine Hull,” jelasnya.

Oleh sebab itu, dia menyebut lini usaha asuransi yang berpotensi mendapat dampak positif antara lain marine hull insurance, marine cargo insurance, builder\'s risk insurance, atau asuransi proyek (construction/all risks) terkait pembangunan kapal tersebut.

Dia menjelaskan lini-lini asuransi itu terdampak seiring dengan meningkatnya aktivitas galangan kapal yang akan menambah jumlah kapal yang dibangun dan dioperasikan, meningkatkan volume pengiriman barang melalui jalur laut, serta memperluas eksposur risiko selama fase konstruksi hingga operasional.

“Selain itu juga kebutuhan asuransi untuk tenaga kerja di galangan kapal tersebut,” sebutnya.

Kendati demikian, Dody turut menyampaikan ada sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi oleh industri asuransi. Pertama, ⁠kompleksitas risiko teknis pada pembangunan kapal, termasuk risiko konstruksi dan engineering. Kedua, eksposur terhadap risiko operasional di laut, seperti kecelakaan, cuaca ekstrem, dan risiko navigasi.

Ketiga, lanjutnya, volatilitas global, termasuk faktor geopolitik yang dapat memengaruhi perdagangan dan premi asuransi marine cargo. Baginya, ketegangan geopolitik dapat menekan perdagangan global dan meningkatkan risiko pada lini marine cargo.

“Sehingga diperlukan penguatan underwriting dan penyesuaian premi secara hati-hati. Dengan demikian, disiplin underwriting dan manajemen risiko memang menjadi kunci,” tegasnya.

Lebih jauh, Dody membeberkan bahwa portofolio lini usaha asuransi marine bukan merupakan kontribusi dominan di Asuransi Asei, apalagi Marine Hull Insurance yang juga secara statistik menunjukkan resultunderwriting yang sangat menantang.

Namun, untuk lini asuransi marine cargo dinilai masih menunjukkan kontribusi yang signifikan terhadap premi industri, meskipun sempat mengalami tekanan secara tahunan akibat perlambatan perdagangan global.

“Ke depan, dengan adanya stimulus di sektor galangan kapal, terdapat potensi rebound pertumbuhan premi, khususnya jika aktivitas pelayaran dan ekspor meningkat,” ucapnya.

Sementara itu, imbuhnya, dari sisi klaim, tren cenderung dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti gangguan logistik, kondisi cuaca, serta volatilitas perdagangan. Oleh karena itu, underwriter tetap menjaga rasio klaim melalui seleksi risiko yang ketat dan optimalisasi reasuransi.

#asuransi-asei #strategi-asuransi #insentif-galangan-kapal #industri-maritim #underwriting-marine #produk-asuransi-maritim #kerja-sama-maritim #dukungan-reasuransi #ekosistem-maritim #marine-hull-insur

https://finansial.bisnis.com/read/20260327/215/1962489/asuransi-asei-siapkan-4-strategi-tangkap-peluang-insentif-galangan-kapal