Surplus Neraca Dagang RI Diproyeksi Berlanjut di Tengah Ketegangan Geopolitik

Surplus Neraca Dagang RI Diproyeksi Berlanjut di Tengah Ketegangan Geopolitik

Surplus neraca dagang Indonesia diproyeksi berlanjut hingga 2026 meski lebih tipis, didukung kenaikan harga komoditas dan diversifikasi pasar ekspor di tengah ketegangan geopolitik.

(Bisnis.Com) 31/03/26 19:22 177923

Bisnis.com, JAKARTA — Center of Reform on Economics (Core) Indonesia memproyeksikan neraca dagangIndonesia tetap mencatatkan surplus sepanjang 2026, meski nilainya diperkirakan lebih tipis dibandingkan tahun sebelumnya. Prospek positif ini tetap terjaga di tengah tekanan global dan meningkatnya ketegangan geopolitik.

Direktur Eksekutif Core Indonesia, Mohammad Faisal, menjelaskan bahwa perlambatan ekspor sebenarnya telah diantisipasi sejak awal tahun. Hal ini dipicu oleh kebijakan perdagangan yang semakin restriktif dari negara-negara besar, khususnya Amerika Serikat.

“Ini memang kami prediksikan penetrasi ekspor akan lebih rendah pada tahun ini dibandingkan dengan tahun kemarin, sehingga pertumbuhannya lebih rendah, surplus kita juga lebih tipis, jauh lebih tipis dibandingkan dengan tahun lalu,” kata Faisal kepada Bisnis, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, eskalasi konflik di Timur Tengah turut memberikan tekanan tambahan terhadap perdagangan global. Gangguan rantai pasok serta ketidakpastian geopolitik berdampak pada permintaan dari negara mitra utama Indonesia.

Meski demikian, dampak langsung terhadap ekspor Indonesia dinilai relatif terbatas. Ekspor ke kawasan Teluk yang melewati Selat Hormuz hanya sekitar 3%, sehingga risiko utama lebih berasal dari efek tidak langsung ke negara mitra dagang besar seperti China, India, Singapura, dan Jepang.

Faisal menilai ketergantungan negara-negara tersebut terhadap pasokan energi dari kawasan Teluk dapat memengaruhi permintaan terhadap produk Indonesia. Namun, kondisi ini juga membuka ruang bagi strategi penyesuaian pasar ekspor.

Di tengah tekanan tersebut, kenaikan harga komoditas unggulan seperti batu bara dan crude palm oil (CPO) menjadi faktor penopang nilai ekspor. Meski volume perdagangan berpotensi menurun, peningkatan harga dinilai tetap memberikan kontribusi positif terhadap kinerja ekspor nasional.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan memperkirakan ekspor Indonesia masih akan tumbuh pada kisaran 5,3%—6,9% sepanjang 2026. Proyeksi ini menunjukkan optimisme pemerintah dalam menjaga momentum perdagangan di tengah ketidakpastian global.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa peluang tetap terbuka, terutama melalui diversifikasi pasar ekspor. Pemerintah mendorong ekspansi ke kawasan yang relatif stabil seperti negara-negara Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), Asia Tenggara, Amerika Latin, hingga Afrika.

“Ya tapi kita optimis ya, optimis bahwa semua akan selesai, semua akan selesai dan ini ketika kondisinya seperti ini sebenarnya kita mempunyai kesempatan juga untuk yang pertama tadi mencari pasar yang baru,” ujar Budi.

Selain itu, kenaikan harga komoditas global juga dinilai akan meningkatkan nilai ekspor Indonesia. Menurutnya, tren ini dapat menjadi peluang untuk menjaga kinerja perdagangan tetap positif, meskipun terdapat penyesuaian pada biaya logistik.

“Artinya kalau naik berarti ya nilai ekspor kita ya pasti meningkat, pasti meningkatnya. Nanti mungkin kita kompensi dengan biayanya [logistik],” lanjutnya.

Pemerintah juga menekankan pentingnya pembenahan sektor logistik nasional untuk meningkatkan daya saing ekspor. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam peta perdagangan global yang terus berubah.

Dengan kombinasi strategi diversifikasi pasar, dukungan harga komoditas, serta penguatan infrastruktur logistik, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mempertahankan surplus neraca dagang. Prospek ini menjadi sinyal positif bagi ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global.

#surplus-neraca-dagang #neraca-dagang-indonesia #surplus-perdagangan-indonesia #ketegangan-geopolitik #ekspor-indonesia #harga-komoditas #perdagangan-global #pasar-ekspor-baru #kenaikan-harga-komoditas

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260331/12/1963412/surplus-neraca-dagang-ri-diproyeksi-berlanjut-di-tengah-ketegangan-geopolitik