BEI Minta Klarifikasi MNC Digital (MSIN) soal Rencana Listing di Bursa Luar Negeri

BEI Minta Klarifikasi MNC Digital (MSIN) soal Rencana Listing di Bursa Luar Negeri

BEI meminta klarifikasi MNC Digital (MSIN) terkait rencana dual listing di bursa luar negeri untuk memperluas akses pendanaan dan meningkatkan eksposur global.

(Bisnis.Com) 01/04/26 13:49 178662

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta klarifikasi kepada emiten milik Hary Tanoe, PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) terkait rencana pencatatan saham di bursa luar negeri.

Menanggapi permintaan tersebut, manajemen MSIN menyampaikan bahwa langkah penjajakan dual listing ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperluas akses pendanaan sekaligus meningkatkan eksposur global.

Corporate Secretary MSIN Ahmad Alhafiz mengatakan, rencana pencatatan saham di luar negeri ditujukan untuk memperluas basis investor serta meningkatkan likuiditas saham.

“Perseroan mempertimbangkan pencatatan saham di bursa luar negeri sebagai bagian dari upaya untuk memperluas akses terhadap basis investor internasional, meningkatkan visibilitas global, serta mendukung fleksibilitas Perseroan dalam mengakses pasar modal global di masa mendatang,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, Rabu (1/4/2026).

Dia menambahkan, inisiatif tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perseroan dan pemegang saham, termasuk potensi peningkatan likuiditas saham serta diversifikasi investor.

Terkait bursa tujuan, MSIN mengungkapkan telah menetapkan target pasar, meskipun belum diungkapkan secara rinci ke publik.

“Perseroan telah menetapkan target bursa luar negeri untuk rencana pencatatan tersebut dan saat ini sedang dalam proses persiapan serta penyusunan dokumentasi yang diperlukan,” katanya.

Dalam menentukan bursa tujuan, perseroan mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti tingkat likuiditas pasar serta kedekatan geografis dengan Indonesia.

Adapun dari sisi skema, MSIN menyebut tengah mengkaji sejumlah opsi, termasuk melalui mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) maupun skema lainnya.

“Perseroan saat ini sudah memiliki beberapa alternatif skema pencatatan, termasuk melalui mekanisme HMETD serta bentuk lainnya. Namun demikian, struktur dan mekanisme pelaksanaan secara rinci belum dapat disampaikan kepada publik mengingat informasinya masih bersifat rahasia,” ujar Ahmad.

Dari sisi timeline, perseroan menargetkan proses pencatatan saham di luar negeri dapat direalisasikan pada kuartal II/2026.

“Perseroan memperkirakan pelaksanaan pencatatan saham ini akan dilakukan pada kuartal II tahun 2026,” katanya.

Lebih lanjut, MSIN menilai langkah ini berpotensi memperkuat struktur permodalan serta mendukung ekspansi bisnis ke depan. Selain itu, dual listing juga diharapkan mampu meningkatkan likuiditas saham dan memperluas basis investor, khususnya dari investor global.

Namun demikian, perseroan juga mengakui adanya sejumlah risiko yang perlu diantisipasi, terutama terkait kepatuhan terhadap regulasi di bursa tujuan serta implikasi terhadap pemegang saham eksisting.

“Perseroan memahami bahwa rencana pencatatan saham di bursa luar negeri dapat menghadirkan beberapa risiko, antara lain terkait pemenuhan ketentuan regulasi dan standar kepatuhan pada bursa yang bersangkutan,” ujarnya.

Untuk itu, MSIN menegaskan akan terus melakukan kajian serta berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan rencana tersebut berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#mnc-digital #msin-dual-listing #bei-klarifikasi #saham-luar-negeri #mnc-digital-listing #investor-global #likuiditas-saham #akses-pendanaan #eksposur-global #bursa-luar-negeri #strategi-perseroan #tar

https://market.bisnis.com/read/20260401/7/1963641/bei-minta-klarifikasi-mnc-digital-msin-soal-rencana-listing-di-bursa-luar-negeri