Apindo Sumsel Ingatkan Salah Prioritas Efisiensi Anggaran Bisa Hambat Ekonomi

Apindo Sumsel Ingatkan Salah Prioritas Efisiensi Anggaran Bisa Hambat Ekonomi

Apindo Sumsel ingatkan efisiensi anggaran harus tepat sasaran agar tidak menghambat ekonomi, terutama sektor yang bergantung pada belanja pemerintah.

(Bisnis.Com) 08/04/26 12:35 184984

Bisnis.com, PALEMBANG – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumatra Selatan menilai kebijakan efisiensi anggaran akan berdampak pada dunia usaha terutama sektor yang selama ini bergantung pada program dan aktivitas belanja pemerintah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Sumsel pada 2025 masih ditopang oleh lapangan usaha pertambangan dan penggalian dengan persentase 23,99%.

Namun, struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Bumi Sriwijaya juga melibatkan sejumlah sektor yang berkaitan dengan belanja pemerintah, antara lain konstruksi dengan distribusi 10,74%, akomodasi makan dan minum 2,08%, serta administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 2,44%.

Ketua Apindo Sumatra Selatan (Sumsel) Sumarjono Saragih mengatakan pemangkasan belanja pemerintah berpotensi langsung memengaruhi pelaku usaha di sektor pendukung aktivitas pemerintahan.

“Kontraktor pembangunan fisik pasti terdampak. Jasa akomodasi perjalanan, hotel, dan sektor pendukung kegiatan dinas yang dulu banyak dilakukan, tentu kini jadi sangat terasa,” kata dia kepada Bisnis, Senin (6/3/2026).

Dia menjelaskan, tantangan terbesar dari kebijakan tersebut adalah menentukan aspek yang menjadi prioritas. Pemerintah dinilai harus mampu membedakan belanja yang tidak produktif dengan anggaran yang justru mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Tantangannya adalah memilih aspek dan prioritas. Memotong atau membuang yang benar masuk kategori inefisiensi alias lemak buruk. Jangan sampai salah prioritas,” tuturnya.

Sumarjono menekankan efisiensi seharusnya diarahkan pada penghapusan belanja yang tidak memberikan nilai tambah, bukan memangkas sektor yang memiliki efek berganda terhadap perekonomian daerah.

“Pilihlah yang mampu memberi energi tambahan dan memacu pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Di sisi lain, dia menilai struktur ekonomi Sumsel yang ditopang sektor perkebunan, industri, dan perdagangan ekspor membuat daerah ini relatif lebih tahan terhadap dampak langsung efisiensi belanja pemerintah.

Namun, risiko eksternal seperti konflik global dan kenaikan harga energi tetap perlu diwaspadai. Kondisi tersebut dapat menekan biaya produksi, terutama pada sektor yang masih bergantung pada bahan baku impor.

“Sumsel yang berbasis perkebunan, industri, dan perdagangan ekspor mungkin tidak terlalu terdampak. Kecuali jika ada dampak perang yang berakibat pada kenaikan harga energi dan material berbasis impor seperti pupuk dan spare parts,” pungkasnya.

#efisiensi-anggaran #ekonomi-sumsel #pertumbuhan-ekonomi #belanja-pemerintah #sektor-usaha #apindo-sumsel #pemangkasan-belanja #kontraktor-pembangunan #jasa-akomodasi #prioritas-anggaran #struktur-ekon

https://sumatra.bisnis.com/read/20260408/534/1965037/apindo-sumsel-ingatkan-salah-prioritas-efisiensi-anggaran-bisa-hambat-ekonomi