Ekonomi Indonesia Terkena Efek Krisis Selat Hormuz, Dubes UEA: Berdampak ke Pasar Global

Ekonomi Indonesia Terkena Efek Krisis Selat Hormuz, Dubes UEA: Berdampak ke Pasar Global

Ekonomi Indonesia kena dampak krisis Selat Hormuz sehingga Dubes UEA berkesimpulan Jakarta tak kebal dari efek samping perang AS-Iran.

(Kompas.com) 09/04/26 13:00 186248

KOMPAS.com - Dubes UEA (Duta Besar Uni Emirat Arab) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri menuturkan ekonomi Indonesia terdampak krisis Selat Hormuz.

Adanya gangguan rantai pasok kebutuhan energi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Indonesia sendiri juga mengalaminya, namun kenaikan harga BBM masih mampu diredam pemerintah.

"Seperti banyak ekonomi negara Asia, Indonesia juga terdampak langsung dengan kenaikan harga bahan bakar, kenaikan harga barang, dan gangguan rantai pasok," jelas Al Dhaheri dikutip dari Kompas.com, Rabu (8/4/2026).

Ia mengungkapkan berbagai jenis ekspor energi dari Timur Tengah ke belahan dunia lain mesti melewati Selat Hormuz.

20 persen suplai minyak dan LNG dunia berasal dari sana, terblokirnya perairan itu mengubah situasi kawasan menjadi buruk.

"Sekitar 20 persen dari suplai minyak dunia dan 20 persen dari perdagangan LNG global masuk melalui Selat Hormuz dan 80-90 persen dari ekspor ini menuju ke Asia. Artinya, gangguan di kawasan kami akan berdampak pada pasar global," bebernya.

Melihat berbagai faktor di atas, Al Dhaheri mengambil kesimpulan jika Indonesia tak kebal dari dampak perang Amerika Serikat (AS)-Iran dan krisis Selat Hormuz.

"Saya perlu mengatakan, Indonesia tidak kebal pada kondisi ini," jelasnya.

Jalur pelayaran alternatif di Selat Hormuz

Update pada pukul 23.20 GMT, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memberikan jalur pelayaran alternatif di Selat Hormuz agar kapal niaga yang diizinkan lewat tak kena ranjau laut.

"Media pemerintah Iran mengutip Angkatan Laut IRGC yang mengumumkan rute lalu lintas alternatif di Selat Hormuz untuk membantu kapal menghindari kemungkinan ranjau laut," jelas Al Jazeera, Kamis (9/4/2026).

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita ISNA, menjelaskan bahwa semua kapal yang bermaksud menyeberangi selat tersebut, berkoordinasi dengan Angkatan Laut IRGC, harus mengambil rute berikut:

  • Rute masuk: Dari Laut Oman ke utara Pulau Larak, lalu berlanjut menuju Teluk
  • Rute keluar: Dari teluk melewati sebelah selatan Pulau Larak, lalu melanjutkan menuju Laut Oman

Di saat kondisi berangsur mendingin, Israel menyerang 100 lokasi di Lebanon kurang dari 10 menit. Kejadian ini menaikkan lagi tensi perang karena Iran adalah pendukung utama Lebanon.

"Hezbollah mengeluarkan pernyataan yang menggambarkan serangan Israel di seluruh Lebanon sebagai kejahatan perang yang menargetkan warga sipil yang tidak bersalah," jelasnya.

Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul "Dubes UEA Ingatkan Indonesia Tidak Kebal dari Dampak Perang AS-Israel Vs Iran"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#ekonomi-indonesia #selat-hormuz #dubes-uea #krisis-selat-hormuz

https://money.kompas.com/read/2026/04/09/130000226/ekonomi-indonesia-terkena-efek-krisis-selat-hormuz-dubes-uea--berdampak-ke