Diminta Cari Modal dari Pasar Saham, Sederet Tantangan Mengadang Pengembang
Menteri PKP dorong pengembang rumah subsidi cari modal lewat IPO untuk capai target 3 juta rumah. Tantangan: kepastian pasar dan kredit macet.
(Bisnis.Com) 28/10/25 15:50 18704
Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) meminta para pengembang rumah subsidi untuk dapat lebih aktif mencari modal melalui pasar saham dengan melakukan penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO).
Ara menyebut, upaya melantai di bursa itu diusulkan untuk memenuhi kebutuhan modal para pengembang dalam rangka mendukung target 3 juta rumah yang dibidik oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Kami juga bahas terkait pasar modal, sehingga nanti bagaimana pembiayaan itu tidak harus dari perbankan. Sehingga nanti para pengembang juga punya pilihan [dalam mencari modal]." jelasnya saat di Kantor Kementerian PKP, Jumat (24/10/2025).
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Deddy Indrasetiawan mengungkap kepastian pasar rumah subsidi menjadi komponen utama agar pengembang sukses menyerok modal dari pasar saham.
Dalam penjelasannya, saat ini penyerapan rumah subsidi masih kerap terkendala pembiayaan oleh perbankan. Di mana, banyak masyarakat yang ditolak permohonan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) karena memiliki catatan SLIK yang kurang baik.
Kondisi tersebut dikhawatirkan akan memengaruhi investor dalam membeli saham emiten pengembang rumah subsidi ke depan. Untuk itu, dia menyebut rencana penghapusan kredit macet yang dicanangkan oleh Menteri PKP perlu untuk dijalankan terlebih dahulu.
"Cuma tantangannya kan sekarang [daya serap permintaan], tapi mudah-mudahan sih Pak Menteri PKP bersama Pak Purbaya selaku Menteri Keuangan bisa menghapus tuh SLIK yang [dengan catatan kredit bermasalah] di bawah Rp1 juta," jelasnya.
Pada saat yang sama, Deddy juga menyebut usulan pengembang aktif mencari modal melalui pasar saham dinilai tepat karena jauh lebih murah dibandingkan dengan meminjam modal ke perbankan.
"Kalau kita sudah IPO itu nanti kita kalau butuh modal lagi kita tinggal gelar right issue. Sebenarnya itu kan permodalan yang paling murah kan dibandingkan kita [pengembang] menggunakan kredit dari bank. Seperti itulah, sebenarnya seperti itu," pungkasnya.
Pemerintah Kaji Pemutihan Kredit Macet untuk Genjot KPR Subsidi
Sebelumnya, Menteri PKP Maruarar Sirait mengaku telah menjalin koordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membahas pemutihan kredit macet masyarakat.
Ara menjelaskan bahwa usulan pemutihan kredit macet itu dilakukan guna meningkatkan akses pembiayaan perbankan khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Sekarang bagaimana ada suatu langkah yang strategis, kalau perlu saya usulkan bagaimana misalnya ada pemutihan buat rakyat kecil yang terkendala SLIK OJK sampai nilai berapa. Karena itu membantu rakyat, kemudian mereka bisa mendaftarkan kepada rumah subsidi, mengajukan kredit," kata Ara
Dalam laporannya, Ara mengaku telah mengantongi restu dari Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa usai dijadwalkan bertemu dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam waktu dekat.
Pada saat yang sama, Purbaya menyebut telah meminta BP Tapera untuk melakukan pendataan calon debitur KPR yang terhambat.
Adapun, dalam kajian awal kredit macet yang akan diputihkan tersebut diberikan bagi masyarakat yang memiliki pinjaman maksimal Rp1 juta.
"Saya akan bertemu dengan OJK nanti. Jadi, saya minta tadi hari Senin pekan depan apakah betul ada 100.000 lebih orang yang seperti itu. Komisioner BP Tapera bilang 100.000 lebih artinya kalau diputihkan di bawah Rp1 juta," jelasnya.
#pengembang-rumah #pasar-saham #modal-pengembang #ipo-pengembang #rumah-subsidi #kredit-macet #pasar-modal #perbankan-rumah #investor-saham #emiten-pengembang #kpr-subsidi #pemutihan-kredit #slik-ojk #n-a