Kasus Flu Malaysia Melonjak, Pakar UNAIR Sarankan Analisis Menyeluruh

Kasus Flu Malaysia Melonjak, Pakar UNAIR Sarankan Analisis Menyeluruh

Pakar UNAIR menyarankan analisis komprehensif dan penguatan surveilans untuk antisipasi lonjakan kasus flu Malaysia.

(Bisnis.Com) 28/10/25 16:55 18833

Bisnis.com, SURABAYA – Peningkatan kasus influenza hingga tujuh kali lipat di Malaysia akhir ini menjadi perhatian para ahli kesehatan. Fenomena tersebut disebut tak hanya sekadar sebagai wabah musiman saja, melainkan sinyal peringatan yang menguji sistem kekebalan populasi dan kesiapan kesehatan masyarakat.

Dosen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Laura Navika Yamani menjelaskan bahwa lonjakan kasus Flu Malaysia tersebut perlu dianalisis secara komprehensif untuk dapat memahami pola penularan dan faktor risikonya.

“Langkah pertama adalah memastikan bahwa kenaikan ini memang mencerminkan peningkatan kasus nyata di masyarakat, bukan sekadar akibat peningkatan pelaporan atau tes laboratorium. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Malaysia, lonjakan tersebut terlihat pada peningkatan jumlah klaster influenza di sekolah dan institusi pendidikan, serta peningkatan kasus influenza-like illness (ILI) di fasilitas kesehatan,” ungkap Laura dalam keterangannya, Selasa (28/10/2025).

Ia menjelaskan terdapat beberapa faktor utama yang disebut menjadi pendorong lonjakan kasus di Negeri Jiran tersebut. Perubahan musim dan cuaca yang lembab disebut menjadi penyebab percepatan penularan virus influenza di kawasan Asia Tenggara.

Lebih lanjut, penurunan kekebalan pasca pandemi Covid-19 disebutnya turut jadi pemicu penting melonjaknya kasus tersebut.

“Selama pandemi, interaksi sosial berkurang drastis dan sirkulasi virus flu menurun, sehingga banyak individu terutama anak-anak belum memiliki kekebalan alami terhadap virus influenza yang beredar saat ini. Ketiga, terdapat indikasi adanya variasi strain influenza, seperti H3N2 atau H1N1, yang mungkin telah mengalami pergeseran antigenic atau antigenic drift, sehingga membuat vaksin flu musiman menjadi kurang efektif,” tuturnya.

Ketua Research Center on Global Emerging and Re-emerging Infectious Diseases ITD UNAIR ini menyatakan Indonesia sebagai negara dengan penduduk yang memiliki mobilitas tinggi dan dekat secara geografis dengan Malaysia juga menghadapi risiko yang signifikan untuk mengalami kejadian serupa.

“Namun demikian, risiko ini dapat ditekan bila sistem surveilans ILI/SARI di puskesmas dan rumah sakit diperkuat, serta masyarakat didorong untuk berperilaku hidup bersih dan segera memeriksakan diri bila mengalami gejala flu berat,” tegasnya.

Dalam merespons ancaman ini, Laura menegaskan UNAIR siap memainkan peranan strategis. Melalui laboratorium berstandar BSL-2 dan BSL-3 di Lembaga Penyakit Tropis, UNAIR mampu mengidentifikasi dan sekuensing genomik virus influenza.

“Kolaborasi antarlembaga di UNAIR antara LPT, rumah sakit, dan fakultas-fakultas kesehatan mencerminkan sinergi Tri Dharma perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Dirinya pun berharap kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dalam menghadapi wabah Flu Malaysia itu. Namun, harus tetap senantiasa waspada dengan tidak menyepelekan gejala flu dan selalu menerapkan etika kesehatan.

“Dengan kewaspadaan bersama dan kedisiplinan dalam pencegahan, kita dapat mencegah lonjakan serupa terjadi di Indonesia dan melindungi kesehatan publik secara berkelanjutan,” pungkasnya.

#flu-malaysia #kasus-influenza #peningkatan-kasus #ahli-kesehatan #sistem-kekebalan #kesehatan-masyarakat #epidemiologi-unair #pola-penularan #faktor-risiko #influenza-malaysia #penularan-virus #kekeba

https://lifestyle.bisnis.com/read/20251028/106/1923985/kasus-flu-malaysia-melonjak-pakar-unair-sarankan-analisis-menyeluruh